Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom

Sayoto Ashwan - detikFood Rabu, 23 Sep 2020 08:00 WIB
Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom Foto: Sayoto Ashwan
Kulon Progo -

Nasi berkat atau sego berkat di Kabupaten Kulon Progo ini banyak diburu orang. Racikan nasi berlauk sederhana dibungkus daun jati ini selalu bikin kangen.

Sego berkat atau nasi berkat populer di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Satu racikan nasi ini terdiri dari nasi putih yang diberi beragam lauk kemudian dibungkus dengan daun jati. Biasanya nasi ini diberikan sebagai buah tangan mereka yang hadir dalam kenduri. Makanya diberi nasi nasi berkat dengan harapan berkat akan menyertai para tamu yang hadir saat kenduri.

Di Yogyakarta tepatnya di kabupaten Kulon Progo juga mulai populer penjual nasi berkat atau sego berkat. Seperti Sego Berkat 'Pare Anom' ini.

Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare AnomKe Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom Foto: Sayoto Ashwan


"Baru bulan Juni lalu kita luncurkan dan banyak sekali peminatnya," kata pemilik usaha Sego Berkat "Pare Anom", Sri Puji Astuti, di rumahnya di Karangwuluh, Temon, Kulon Progo Selasa (22/9/2020).

Usaha ini dirintis setelah produksi aneka camilan mengalami stagnan atau tidak berkembang. Sejak masa pandemi Covid-19 aneka keripik hingga stik growol yang dijual di jaringan toko modern mengalami penurunan. Sedangkan setiap bulan masih harus menggaji karyawannya.

Dari situlah Sri Puji mencoba membuat nasi berkat dan nasi rosul. Tanpa disangka respon pasar cukup bagus. Tidak hanya warga sekitar yang memburu, namun juga warga dari luar daerah. Setiap harinya, dia mampu menjual antar 200 sampai dengan 500 bungkus nasi berkat per hari.

"Kebanyakan dipesan untuk rapat dan pertemuan. Tetapi banyak juga untuk dimakan sendiri," jelas Sri Puji.

Nasi berkat ini merupakan nasi yang mirip dengan nasi kenduri. Nasinya bukan nasi gurih namun dimasak dengan aneka rempah. Sedangkan sego rosul menggunakan nasi gurih. Nasi ini dilengkapi dengan sayur berupa oseng pepaya, gudeg, mie, srundeng kelapa, dan sayur kacang tholo.

Sedangkan untuk lauknya ada tahu dan tempe bacem, suwiran ayam kampung dan rempeyek. Uniknya, makanan ini dibungkus menggunakan daun jati dan dimasukkan ke dalam besek.

"Banyak yang datang kesini karena kangen menu jadul ini," terang Sri.

Untuk memasak nasi dan lauk-pauk masih menggunakan bahan bakar berupa kayu. Menurut Sri Puji hal itu penting agar masakan lebih matang lebih sempurna. Satu porsi sego berkat dijual dengan harga Rp.7.000. Untuk pemesanan bisa meminta tambahan lauk dengan tambahan harga sesuai pilhan lauk.

Ke Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare AnomKe Kulon Progo Wajib Jajan Sego Berkat Pare Anom Foto: Sayoto Ashwan


Penikmat sego berkat, Yogiarni (25), mengaku tertarik mencoba karena menunya cukup jadul. Menu ini dulu ada setiap saat menghadiri kenduri di kampung. Namun, kini sudah jarang kenduri dengan masakan berupa nasi dan aneka lauk tersebut.

"Rasanya mantap, enak, dan sangat mengenyangkan. Apalagi harganya murah sekali,' komentar Yogiarni.

Sego berkat bisa diperoleh di rumah Sri Puji Astuti di selatan pasar, Pripih, Hargomulyo, Kokap dan di warung milik kerabatnya yang ada di depan bandara Yogyakarta International Airport. Untuk memudahkan konsumen, warung ini memasang spanduk sego berkat. Setiap hari menu ini ditawarkan kepada konsumen dan memenuhi pesanan untuk rapat.



Simak Video "Nikmatnya Nasi Berkat Bungkus Daun Jati Khas Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)