Steak Kaki Lima

Empuk Juicy! Tenderloin Panggang Ini Disajikan di Warung Tenda

Yenny Mustika Sari - detikFood
Minggu, 05 Jun 2022 12:00 WIB
Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima.
Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari
Jakarta -

Steakhouse biasanya berupa restoran, namun steakhouse yang berada di Gading Serpong ini hanya berupa warung tenda. Steak tenderloin di sini juara rasanya!

Steak berkualitas premium biasanya ditawarkan restoran mewah. Kali ini agak berbeda, karena warung steak tendaan di area ruko Pasar Paramount Gading Serpong ini menawarkan steak premium yang lezat rasanya.

Adalah Meatime yang menempati warung tenda di depan Pintu Timur Pasar Paramount Gading Serpong. Warung steak tendaan ini hanya memiliki 10 tempat makan di dalamnya untuk para pelanggan.

Steak Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima.Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Tempatnya yang berupa warung tenda memiliki nuansa kaki lima yang kental. Tempat makannya juga hanya menggunakan kursi plastik khas warung tenda.

Namun bukan sembarang warung tenda biasa, Meatime memiliki area masak yang bersih dan rapi. Alat masaknya juga tampak seperti steakhouse sungguhan karena memiliki alat pemanggang profesional, bukan menggunakan teflon maupun alat panggang biasa.

"Ini usaha sebenernya steak house tapi lokasinya di tendaan, jadi kita menyajikan varian steak yang berkualitas lebih kepada kaki lima," ujar Hary Laksono, salah seorang pemilik Meatime yang ditemui oleh detikFood (31/5).

Para pelayan di Meatime juga layaknya di restoran. Mereka mengenakan seragam dan begitu cakap saat menanyakan pesanan para pelanggan.

Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima.Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Hal lain yang membuat Meatime lebih istimewa dari steak kaki lima lainnya adalah jenis daging yang digunakan. Meatime tidak menggunakan daging lokal, tetapi daging impor dari Australia dan Selandia Baru.

Hary Laksono menjelaskan alasannya. "Daging yang kita pakai bukan lokal, tapi impor dari Australia dan New Zealand. Alasannya karena rasanya lebih enak gitu, lebih empuk juga. Biar pelanggan juga puas," katanya.

Baca Juga: Gurih Pedas 'Bakso Pelakor' yang Bentuknya Mirip Payudara

Berawal dari Hobi Makan Steak

Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima.Meatime, Steakhouse kaki lima yang menyjikan steak ala bintang lima. Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Meatime didirikan oleh Hary Laksono dan temannya. Sudah berjalan selama 3 tahun, awalnya mereka mendirikan Meatime dikarenakan rasa suka Hary dan temannya terhadap steak.

Selain menyukai steak, Hary ternyata juga hobi memasak. Ia mencoba beragam resep steak hingga menemukan formula yang pas dan memutuskan membuka steakhouse di warung tenda.

"Ide awalnya karena saya dan partner saya, kami berdua tuh memang pecinta steak. Jadi memang kita kalau nongkrong kalau ngumpul itu makannya steak. Nah Kebetulan saya ini selain suka makan, juga suka bikinnya gitu karena kan kalau makan terus setiap minggu 200.000-an tuh kayaknya lumayan ya gitu jadi ya udah bikin sendiri. Nah teman-teman pada suka pas main ke rumah kita bikin pada suka terus mikir kenapa nggak jual aja ya, yaudah akhirnya jual sendiri," terangnya.



Simak Video "Bikin Ngiler! Steak Premium Kini Ada di Warung Tendaan"
[Gambas:Video 20detik]