Warunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef Hotel

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 08 Okt 2021 17:00 WIB

Menggunakan Bahan Berkualitas Impor

Walaupun terkesan sederhana, tetapi menjaga kualitas adalah hal utama yang menjadi prioritas Warunk Sushi. Pemilihan bahan yang digunakan untuk sushi memang agak cukup sulit. Bahan-bahan berkualitas baik sangat dibutuhkan untuk menyajikan sushi yang segar dan lezat.

Kebutuhan bahan yang segar dan berkualitas baik ini membuat Diaz menggunakan beberapa bahan yang didapatkan secara impor. Ada salmon, nori hingga beras yang menjadi bahan dasar sushi juga tidak menggunakan bahan-bahan lokal demi menjaga kualitas dan keaslian sushi.

"Beberapa bahan juga kita pake impor karena kalau yang lokal kualitasnya agak kurang. Kayak berasnya, nori, sama salmon kita semuanya impor. Salmonnya pake salmon jenis trout dari Australia," kata Diaz.

Alasan pemilihan jenis salmon ini juga dinilai memilih salmon dengan harga yang terjangkau namun tetap berkualitas baik. Warna salmon trout yang tidak terlalu cerah dan tidak terlalu pucat juga diharapkan membantu penampilan dari hidangan sushi.

Warunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef HotelWarunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef Hotel Foto: detikcom/Diah Afrilian

Salah satu hidangan salmon yang detikfood cicipi adalah Salmon Nigiri Mentai (Rp15.000). Pengunjung bisa memilih apakah salmon yang ditambahkan pada sushi ingin dibuat setengah matang atau matang?

Cara berbeda juga dilakukan Diaz untuk menyesuaikan selera pelanggan dengan menjaga kualitas bahan yang digunakan. Diaz mengaku jarang menyajikan salmon mentah seperti sushi yang asli dan tidak akan menyajikan salmon secara mentah jika sudah disimpan dalam freezer setidaknya tiga hari lamanya.

"Jadi karena nggak banyak orang yang suka ikan mentah, salmonnya ditawarin mau setengah matang atau matang. Kalo sudah disimpan di freezer tiga hari juga nggak akan disajikan mentah, soalnya kualitasnya sudah berubah," kata Diaz.

Benar saja! Saat kami cicipi, salmonnya terasa sedikit manis yang menandakan kalau ikan ini benar-benar segar. Saus mentai yang digunakan sebagai topping juga memiliki rasa creamy gurih yang pas melengkapi sushi salmon.

Kemudian penambahan saus teriyaki ternyata tidak mengganggu rasa dari saus mentai. Gabungan dua jenis saus yang ditambahkan dalam menu itu justru berhasil berpadu dengan sempurna sehingga tidak ada rasa yang dominan.

Warunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef HotelWarunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef Hotel Foto: detikcom/Diah Afrilian

Selain itu detikfood juga mencicipi Salmon Dynamite Roll (Rp20.000) yang terbuat dari gulungan nasi dan nori dengan isian daging ikan salmon dan tambahan saus mentai yang lezat. Salmon dynamite roll ini juga termasuk menu spesial yang cukup sering dipesan oleh para pelanggan.

Selain sushi dengan salmon, ada juga menu Dragon Roll (Rp17.000) yang terdiri dari gulungan nasi dan nori dengan isian udang tempura, kyuri atau timun Jepang, kremesan (crunchy), mayo, saus teriyaki serta potongan alpukat di bagian atasnya. Menu ini menjadi salah satu menu yang paling laris dipesan menurut penuturan Diaz.

Warunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef HotelWarunk Sushi: Oishii! Sushi Kaki Lima Rp 10 Ribuan Buatan Mantan Chef Hotel Foto: detikcom/Diah Afrilian

Menggunakan bahan-bahan yang cukup rumit seperti udang tempura dan alpukat, Diaz ternyata punya trik sendiri untuk menjaga kualitasnya. Mulai dari tempura yang dibuat sendiri hingga pemilihan kematangan alpukat yang sangat diperhatikan.

"Kalo tempura kita bikin sendiri nggak pake yang kemasan udah jadi tinggal goreng. Bener-bener dari udang segar yang diberi tepung dan digoreng sendiri. Untuk alpukatnya juga dipilih yang nggak terlalu matang, soalnya kalau matang kan dia rasanya manis nanti jadi ganggu rasa sushinya," kata Diaz.

Saat kami cicipi, rasa tempura udangnya memang selayaknya buatan rumah. Udang yang masih segar juga tetap terasa walaupun dibalut dengan tepung panir yang cukup tebal. Daging udang yang kenyalnya pas dan tidak keras menandakan bahwa udang dimasak dengan tingkat kematangan yang tepat. Tidak terlalu matang yang membuatnya menjadi agak kering maupun kurang matang yang membuatnya masih terlalu kenyal.