RAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto Jepang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 15 Mar 2021 17:00 WIB
RAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto Jepang Foto: detikfood
Jakarta -

Siapa bilang makan ramen autentik Jepang harus merogoh kocek dalam? Di kedai ramen kaki lima ini kamu bisa menikmati ramen enak seharga maksimal Rp 37 ribu!

Ramen merupakan olahan mie khas Jepang yang terkenal di banyak negara, termasuk Indonesia. Umumnya ramen dijajakan di mall atau di restoran Jepang yang memang khusus menawarkannya.

Harga seporsi ramen di Indonesia relatif mahal, sekitar Rp 50 ribu. Tapi sebenarnya kamu bisa cicip ramen dengan harga lebih terjangkau dan kualitasnya tetap seperti buatan restoran.

RAN Ramen mengusung konsep ramen autentik Jepang

RAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto JepangRAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto Jepang Foto: detikfood

Adalah RAN Ramen, kedai ramen kaki lima yang terkenal di Radio Dalam, Jakarta Selatan. Meski tempat berjualannya di pinggir jalan, kedai ramen ini selalu ramai pembeli.

RAN Ramen buka setiap hari, kecuali Senin, mulai pukul 5 atau 6 sore. Pilihan ramen di sini ada 4 yaitu Miso Ramen, Energy Ramen, Shio Ramen, dan Spicy Ramen. Juga ramen goreng yang unik.

Ada juga menu Jepang lain seperti beef yakiniku, chicken karage, dan chicken katsu di sini. Semuanya ditawarkan dalam harga terjangkau karena RAN Ramen memang mengusung konsep makanan kaki lima.

RAN Ramen mematok harga Rp 20 ribu sampai Rp 37 ribu per menunya. Porsi per menu juga terbilang lumayan besar sehingga cocok untuk menu 'sharing' bareng teman atau keluarga.

Dikelola mantan chef restoran Jepang

RAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto JepangRAN Ramen: Oishii! Ramen Kaki Lima Buatan Mantan Chef Resto Jepang Foto: detikfood

Margono, chef sekaligus pemilik RAN Ramen bukanlah orang sembarangan. Kepada detikfood (10/3), ia bercerita punya pengalaman 25 tahun bekerja di restoran Jepang.

"Saya pernah (kerja) di Taichan Ramen di Mid Plaza 1 itu 4 tahun, saya (juga pernah kerja di restoran) di Plaza Senayan, dan di Blok M. Di Tanoshii Ramen di Karawang Barat, di Kemang ada juga, dan di Dim Sum Festival juga pernah ngajar (membuat ramen) juga. Total sekitar 25 tahun pengalaman kerja di restoran Jepang," tutur pria ramah ini.

Ia tidak menyangka kalau karirnya adalah sebagai chef. Margono mengatakan semua bermula dari seorang chef Jepang di restoran Taichan Ramen yang memberi banyak pengetahuan memasak untuknya.

"Saya dari nol tadinya, jadi saya tekunin dari Hito-san (chef di Taichan Ramen). Seperti orang tua saya sendiri, beliau ngajarin saya, dari dasar sampai semuanya diajarkan ke saya," katanya.

Dari bekal pengetahuan itulah, Margono putuskan mendirikan RAN Ramen sekitar 4 tahun lalu. Nama 'RAN' berarti 'anggrek' dalam bahasa Jepang karena lokasi kedai ramen ini di dekat Jalan Anggrek.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com