Gudeg Ceker Margoyudan: Opor Ceker Ayam dan Bubur Lemu yang Lembut Gurih

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Kamis, 04 Des 2014 16:52 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Terbangun tengah malam dan lapar? Langsung teringat warung gudeg legendaris ini. Ah, gudegnya sedikit nyemek dan tidak terlalu manis dengan opor mlekoh dan ceker yang lembut empuk. Sedapnya!

Kalau ada di kota Solo rasanya harus melupakan diet. Sepanjang hari jajanan enak menanti. Juga saat hujan gerimis lewat tengah malam. Terbangun pukul 01.00 ingatan langsung tertuju pada gudeg ceker Mergoyudan. Wah, sudah kebayang wajah ramah bu Kasno yang meracik gudeg.

Warung mungil dengan tenda memanjang di sisinya ternyata sudah padat. Jajaran bangku kayu atau dingklik sudah rapat diisi orang. Masing-masing membawa piring di tangan berisi gudeg ceker. Karena memang tak disediakan meja.

Ikut berbagi bangku dengan yang lain, duduk berdempetan terasa hangat. Harus sabar menunggu giliran. Sebenarnya kami ingin duduk di bangku yang persis berhadapan dengan bu Kasno. Jadi bisa mengamati bu Kasno meracik gudeg dan jika nambah akan lebih cepat dilayani.

Untuk memesan, cukup sebut racikan gudeg yang diinginkan. Gudeg komplet atau gudeg pake ceker, atau ceker saja dan ada tambahan tahu tempe bacem. Minuman teh manis atau tawar hangat bisa dipesan pada orang yang melayani minuman.

Seporsi gudeg komplet dan bubur gudeg komplit sudah di tangan. Semerbak wangi gurih santan dan bumbu opornya langsung tercium sedap. Isiannya telur pindang, opor ayam paha bawah, sambal goreng krecek dan sejumput gudeg. Dilimpahi kuah opor yang mlekoh.

Berbeda dengan gudeg Jogja, gudeg Solo tidak kering juga tidak terlalu berkuah. Rasa manisnya lamat-lamat, lebih dominan rasa gurih. Opor ayam kampungnya sedikit liat tetapi gurih manis santan segarnya terasa kuat. Inilah wangi santan segar yang bikin opornya sedap.

Cekernya yang bisa dipesan per buah (Rp.2.500) berukuran kecil karena dari ayam kampung. Warnanya sedikit kecokelatan dengan rendaman kuah opor pekat yang gurih. Tak perlu susah mengunyah, kaki ayam yang kaya kolagen ini lembut . Cukup dengan sentuhan lidah, tulang lunak cekerpun terlepas dan lapisan kulit lembut meluncur di kerongkongan.

Telur pindangnya padat sedikit kenyal keras karena direbus lama di dalam opor. Orang Jawa menyebutnya telur ‘gempi’ dan rasanya gurih padat. Sedangkan opor tahunya berbentuk segi empat kecil tetapi padat. Teksturnya lembut dengan resapan bumbu opornya yang mlekoh.

Sambal goreng kreceknya berupa potongan kecil krecek. Tidak berwarna oranye kemerahan tetapi justru kecokelatan. Beberapa cabai rawit utuh disertakan dalam sambal goreng krecek ini.

Perpaduan tekstur lembut, kenyal beradu dengan rasa sedikit manis dan gurih menyatu dalam mulut. Karena semuanya disajikan hangat mengepul jadilah sajian jelang pagi yang mantap.

O, ya bubur lemu, bubur yang dimasak dengan santan terasa sangat lembut dengan sedikit serpihan nasi, gurih santannya terasa pekat. Ternyata juga tak terlalu gurih disuap dengan racikan gudeg komplet.

Seporsi gudeg komplet dengan nasi atau bubur, berlauk opor ayam, gudeg, tahu dan telur dihargai (Rp.19.000). Usai menyantap gudeg ini tinggal kumur-kumur dengan teh tubruk yang wangi. Makin nyaman kembali tidur dengan perut kenyang!

Gudeg Ceker Margoyudan
Jl. Margoyudan (depan SMA Negeri I)
Solo
Telepon: 0271 630703
Jam buka: 01.30-07.00

Jalan Slamet Riyadi No.128
Jam Buka : 19.00 – 01.30

Gladag Langen Bogan
Jam Buka : 17.30 – 22.00

(msa/odi)