Sering Pilih-pilih Makan, Anak Bisa Berisiko Terkena Sembelit

Milla Kurniaputri - detikFood Senin, 22 Apr 2019 15:05 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Sembelit bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Menurut studi, sering pilih-pilih makanan bisa berisiko alami sembelit sejak dini.

Picky eater atau pemilih makanan, sering dilakukan anak-anak. Namun, terbiasa pilih-pilih makanan justru akan terbawa hingga dewasa.

Sebuah studi terbaru mengatakan bahwa pemilih makanan itu biasanya terjadi karena merasa terlalu sensitif terhadap makanan dan rasa tertentu. Hal ini ternyata dapat mengakibatkan sembelit kronis.

Baca Juga: Tak Sulit, 5 Camilan Sehat Untuk Si Kecil Ini Mudah Dibuat Sendiri

Studi tersebut juga mengatakan, sembelit kronis biasa dialami oleh anak-anak pra sekolah. Di usia ini kebanyakan anak memiliki masalah sensorik dan susah mandi. Anak-anak ini cenderung lebih sensitif terhadap tekstur, rasa dan bau makanan.

Sering Pilih-pilih Makan, Anak Bisa Berisiko Terkena SembelitFoto: Getty Images

Menurut penelitian, bisa jadi anak-anak ini juga memiliki respons berlebihan terhadap suara, cahaya terang, dan rangsangan sensorik lainnya.

Studi ini diterbitkan dalam Journal of Pediatrics. Para peneliti melihat perbedaan dalam pola pemrosesan sensorik pada 66 anak-anak dalam kelompok usia tiga hingga lima tahun.

Semua anak-anak ini menderita sembelit kronis. Para peneliti juga menemukan bahwa anak-anak dengan konstipasi telah dikaitkan dengan perilaku toilet training yang buruk.

Berbicara tentang penelitian tersebut, peneliti Dr. Mark Fishbein mengatakan, "Dalam banyak kasus, sembelit kronis mungkin menjadi petunjuk pertama bahwa anak juga memiliki beberapa masalah sensorik dan dapat mengambil manfaat dari terapi okupasi. Masalah pemberian makan karena kepekaan sensorik sangat umum terjadi pada mereka. Anak-anak tersebut paling bagus ditangani ketika anak-anak usianya masih di bawah lima tahun sebelum perilaku mal adaptif mengakar."

Sering Pilih-pilih Makan, Anak Bisa Berisiko Terkena SembelitFoto: iStock

"Penelitian kami juga menawarkan alat yang sengaja kami perluas untuk dokter untuk menangani anak-anak akibat sembelit kronis. Perawatan komprehensif anak-anak ini harus mencakup pertimbangan masalah sensorik dan kemungkinan rujukan ke terapi okupasi," tambahnya.

Terapi okupasi adalah bentuk layanan kesehatan kepada pasien yang mengalami gangguan fisik atau mental dengan menggunakan latihan atau aktivitas mengerjakan sasaran yang terseleksi (okupasi) untuk meningkatkan kemandirian individu, dan pemanfaatan waktu luang dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Ikuti Trik Ini Agar Anak Mau Makan Sayur (lus/lus)