Banyak orang mengalami masalah bau mulut saat puasa. Hal ini bisa diatasi dengan mengatur pola makan dan minum. Begini tipsnya!
Ramadan merupakan bulan suci yang dijalani umat Islam dengan berpuasa serta memperbanyak ibadah dan refleksi diri. Selain membawa manfaat spiritual, puasa juga memberikan dampak positif bagi kesehatan, seperti membantu mengontrol kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol.
Namun, di balik manfaat tersebut, sebagian orang menghadapi persoalan bau mulut atau halitosis selama berpuasa. Kondisi ini umumnya terjadi akibat berkurangnya produksi air liur.
Padahal, air liur berperan penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Ketika produksi air liur menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan memicu bau tidak sedap. Meski demikian, masalah ini dapat diatasi dengan langkah yang tepat dan konsisten.
Dilansir dari Dr Michaels (19/02/2026), berikut 5 tips mudah mencegah bau mulut saat menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.
1. Jaga Kebersihan Mulut Secara Rutin
Menjaga kebersihan mulut menjadi kunci utama untuk mencegah bau mulut saat berpuasa. Sikat gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah makan sahur dan setelah berbuka puasa, selama dua hingga tiga menit menggunakan pasta gigi berfluorida.
Kebiasaan ini dapat membantu mengurangi penumpukan plak serta sisa makanan yang dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau. Selain itu, gunakan benang gigi atau flossing setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi yang sulit dijangkau sikat gigi biasa.
Membersihkan lidah juga tidak kalah penting. Gunakan pembersih lidah untuk mengangkat lapisan bakteri yang menempel di permukaan lidah karena area tersebut sering menjadi sumber utama bau mulut.
2. Hindari Makanan Pemicu Bau Mulut
Pilihan makanan saat sahur dan berbuka turut memengaruhi aroma napas sepanjang hari. Beberapa jenis makanan seperti bawang putih, bawang merah, petai, serta makanan berbumbu tajam mengandung senyawa sulfur yang dapat meninggalkan bau kuat di dalam mulut.
Produk olahan susu seperti keju dan susu juga berpotensi meningkatkan senyawa sulfur yang memicu bau tidak sedap. Selain itu, makanan tinggi lemak dan gorengan dapat memicu gangguan pencernaan yang berujung pada aroma kurang sedap dari mulut.
Sebagai alternatif, konsumsilah buah dan sayuran yang kaya air seperti semangka, bayam, mentimun, dan seledri. Kandungan airnya membantu membersihkan sisa makanan sekaligus menjaga kelembapan rongga mulut.
3. Minum Air Putih dengan Rumus 3-2-3
Kecukupan cairan sangat berpengaruh terhadap kesegaran napas selama berpuasa. Kurangnya asupan air putih dapat menyebabkan mulut kering atau xerostomia, kondisi yang memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Untuk mencegahnya, orang-rang dianjurkan mengonsumsi 8 hingga 10 gelas air putih di antara waktu berbuka dan sahur. Pola minum dapat dibagi dengan metode 3-2-3, yakni tiga gelas saat berbuka, dua gelas sebelum tidur, dan tiga gelas saat sahur.
Asupan cairan seperti air putih cukup membantu menjaga produksi air liur tetap optimal. Air liur sendiri berfungsi sebagai antibakteri alami yang membersihkan rongga mulut dari sisa makanan dan mikroorganisme penyebab bau tidak sedap.
Simak Video "Video: Tradisi Bagi-bagi Bubur Suro untuk Buka Puasa di Palembang"
(sob/adr)