Dokter Gigi Ungkap 5 Kebiasaan Makan yang Bikin Gigi Cepat Rusak

Dokter Gigi Ungkap 5 Kebiasaan Makan yang Bikin Gigi Cepat Rusak

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 19 Mei 2026 11:30 WIB
Ilustrasi periksa gigi
Foto: Getty Images/dimid_86
Jakarta -

Kebiasaan makan yang salah ternyata berpotensi mengganggu kesehatan gigi. Tak hanya bikin gigi sensitif, tetapi juga bisa retak dan membuat penumpukan plak.

Kesehatan gigi tidak hanya dipengaruhi cara menyikat gigi, tetapi juga kebiasaan makan sehari-hari. Beberapa kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat mempercepat kerusakan enamel dan memicu gigi sensitif.

Tanpa disadari, konsumsi makanan atau minuman tertentu secara berlebihan bisa membuat gigi lebih mudah berlubang. Gigi yang kuat sekalipun bisa menjadi rapuh jika terus digunakan dengan cara yang salah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu penting mengetahui kebiasaan apa saja yang sebaiknya mulai dikurangi. Sekadar sering ngemil hingga mengunyah es batu tidak disarankan oleh dokter gigi.

Berikut ini 5 kebiasaan makan yang dapat merusak gigi dilansir dari berbagai sumber (18/5/2026):

Tips Ampuh dari Bartender agar Es Batu dalam Minuman Tak Mudah CairBanyak orang yang suka mengunyah es batu, tanpa disadari kebiasaan ini bisa merusak gigi. Foto: Getty Images/dontree_m

1. Mengunyah Es Batu

Banyak orang menganggap es batu aman dikunyah karena hanya terbuat dari air. Padahal, tekstur es yang keras dapat menyebabkan retakan kecil pada enamel gigi.

ADVERTISEMENT

Menurut American Dental Association, kebiasaan mengunyah es batu dapat merusak enamel gigi dan membuat gigi lebih mudah terkena infeksi bakteri. Selain itu, tekanan keras saat menggigit es juga bisa menyebabkan tambalan gigi rusak atau lepas.

Dampak lainnya adalah muncul rasa ngilu pada gigi. Ketika enamel mulai menipis atau retak, saraf di dalam gigi menjadi lebih sensitif terhadap makanan panas maupun dingin.

2. Makan Makanan Panas

Makanan atau minuman yang terlalu panas ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan gigi. Suhu ekstrem dapat membuat enamel mengalami perubahan mendadak sehingga gigi lebih mudah sensitif atau retak halus.

Selain suhu panas, makanan pedas dan panas juga sering memiliki tingkat keasaman tinggi. Ahli kesehatan gigi menjelaskan makanan dengan kandungan asam dapat mempercepat pengikisan enamel dan memicu rasa tidak nyaman pada gigi sensitif.

Kebiasaan mengonsumsi makanan panas secara terus-menerus juga dapat memperburuk kondisi gusi dan lapisan pelindung gigi. Jika enamel terkikis, warna gigi menjadi lebih kusam dan risiko gigi berlubang meningkat.

3. Mengonsumsi Minuman Berwarna

Kopi, teh, soda, dan minuman berwarna lainnya memang nikmat dikonsumsi sehari-hari. Namun, kebiasaan menyeruput minuman tersebut terlalu lama dapat menyebabkan noda menempel pada permukaan gigi.

Minuman berwarna dan bersifat asam dapat membuat enamel menjadi kasar sehingga pigmen warna lebih mudah menempel pada gigi. Selain menimbulkan noda, kondisi ini juga mempercepat pengikisan enamel.

Mayo Clinic menyebut kebiasaan sering menyeruput minuman manis dapat menciptakan "acid bath". Efeknya pada gigi yaitu mempercepat kerusakan enamel dan pembentukan plak.

Kunyah Permen Karet Beri Pengaruh pada Sindrom MetabolikMenguyah permen karet ternyata juga tidak terlalu disarankan oleh dokter gigi. Foto: GettyImages

4. Mengunyah Permen Karet

Permen karet memang sering dianggap membantu membersihkan mulut dan menyegarkan napas. Dalam jumlah tertentu, terutama yang bebas gula, permen karet bahkan bisa membantu meningkatkan produksi air liur.

Namun jika dikunyah terlalu sering, kebiasaan ini dapat memicu masalah pada rahang dan gigi. Gerakan mengunyah terus-menerus memberi tekanan berulang pada sendi rahang dan permukaan gigi.

Selain itu, Mayo Clinic juga menjelaskan banyaknya permen karet masih mengandung gula yang dapat memicu pembentukan plak. Bakteri di dalam mulut akan mengubah gula menjadi asam yang menyerang enamel gigi.

5. Sering Ngemil

Ngemil memang menjadi kebiasaan yang sulit dihindari, terutama saat bekerja atau menonton. Namun terlalu sering ngemil, khususnya makanan manis dan tinggi karbohidrat, dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Mayo Clinic menjelaskan bakteri di dalam mulut akan memanfaatkan sisa gula dan pati dari makanan untuk menghasilkan asam yang menyerang enamel gigi. Semakin sering seseorang ngemil, semakin sering pula gigi terkena paparan asam.

Masalahnya, banyak orang tidak langsung membersihkan gigi setelah ngemil. Akibatnya, sisa makanan menempel lebih lama dan membentuk plak yang dalam jangka panjang bisa menyebabkan karies, gigi berlubang, hingga penyakit gusi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads