Konsumsi teh di bulan ramadan tak bisa dilakukan sembarangan. Agar tetap sehat dan khasiatnya terasa maksimal, ada beberapa tips yang disarankan ahli.
Selain sebagai bentuk ibadah, berpuasa saat bulan ramadan juga dapat diandalkan untuk memperbaiki pola makan dan minum.
Namun, pastikan memperhatikan beberapa hal agar nutrisi tubuh tetap seimbang selama menjalani ibadah puasa di bulan ramadan. Pilihan asupan makanan dan minuman menjadi yang paling utama.
Misalnya saat memilih teh untuk dikonsumsi guna menyegarkan tubuh selama menjalani ibadah puasa. Ternyata ada cara dan jenis teh yang direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh ahli kesehatan.
Berikut ini 5 tips minum teh selama bulan ramadan yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Waktu yang Dianjurkan
Teh sebaiknya tidak diminum saat perut kosong, terutama ketika sahur. Beberapa jenis teh mengandung kafein yang dapat meningkatkan produksi asam lambung serta memicu dehidrasi jika diminum tanpa makanan pendamping.
Waktu terbaik minum teh adalah setelah berbuka puasa atau setelah makan malam. Saat tubuh sudah mendapatkan asupan makanan dan cairan, teh dapat membantu pencernaan serta memberikan efek relaksasi.
Minum teh saat sahur masih diperbolehkan, tetapi pilihlah teh herbal tanpa kafein. Hindari teh berkafein tinggi karena dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan selama berpuasa.
2. Hindari Penambahan Gula
Banyak orang terbiasa mengonsumsi teh manis saat berbuka puasa. Ternyata kebiasaan menambahkan gula berlebihan ke dalam teh sebaiknya dihindari.
Minuman manis yang terlalu banyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti rasa lelah setelahnya. Sebagai alternatif, gunakan madu atau pemanis alami dalam jumlah secukupnya saja.
Teh tanpa gula atau teh herbal alami justru lebih baik untuk tubuh. Sebab jenis teh ini mempertahankan kandungan antioksidan dan membantu proses detoksifikasi alami.
(dfl/adr)