×
Ad

Hidangan Lebaran Komplet

Dulunya Pabrik Gula, Rest Area Heritage Km 260b Banjaratma Sarat Nilai Historis

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 17 Mar 2026 15:30 WIB
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Sebuah rest area di jalur Trans Jawa punya kisah menarik. Tak hanya untuk tempat makan dan singgah, tetapi punya kisah sebagai pabrik gula berusia satu abad.

Di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, terdapat banyak rest area yang menjadi tempat singgah para pengendara. Setiap rest area punya fasilitas dan nuansa yang berbeda-beda.

Di Brebes, ada rest area yang menawarkan pengalaman berbeda. Tempat istirahat sejenak ini justru menyimpan sejarah panjang yang bermula lebih dari satu abad lalu.

Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma, punya daya tarik sendiri. Tidak hanya fasilitas makanan dan tempat istirahatnya, tetapi bangunannya yang bernilai historis bikin pemudik penasaran.

Berikut ini 5 fakta unik Rest Area Heritage KM 260B Banjaratma:

Bangunan bekas pondasi tungku uap mesin pabrik gula di Rest Area Heritage Banjaratma KM 260B, di ruas Tol Pemalang-Pejagan arah Jakarta, Brebes, Jawa Tengah. Foto: Amanda Christabel

1. Bekas Pabrik Gula Tahun 1908

Sebelum menjadi rest area seperti sekarang, kawasan ini merupakan lokasi Pabrik Gula Banjaratma yang dibangun pada abad ke-20. Pabrik ini didirikan tahun 1908 oleh perusahaan Belanda bernama N.V. Cultuur Maatschappij yang berbasis di Amsterdam.

Pabrik gula tersebut mulai beroperasi pada tahun 1913. Kehadirannya menjadi salah satu fasilitas industri penting di wilayah Brebes pada masa itu.

Pada masa kejayaannya, pabrik ini dikenal menghasilkan gula dengan harga cukup terjangkau dan didistribusikan ke berbagai daerah. Meski fungsi industrinya berhenti, jejak sejarahnya masih bisa terlihat dari bangunan bata merah, rangka baja besar, serta berbagai elemen arsitektur yang dipertahankan.

2. Terbengkalai Selama 20 Tahun

Seiring berjalannya waktu, aktivitas produksi di Pabrik Gula Banjaratma mulai menurun. Pada akhirnya, pabrik ini resmi berhenti beroperasi pada 1997.

Salah satunya alasan tutupnya pabrik gula ini adalah karena biaya operasional yang semakin tinggi dan menurunnya efisiensi produksi. Setelah tidak lagi digunakan, kompleks pabrik ini perlahan menjadi terbengkalai.

Selama sekitar dua dekade, bangunan pabrik gula ini tidak difungsikan secara maksimal. Sampai akhirnya pemerintah mulai merevitalisasinya setelah Tol Trans Jawa juga resmi beroperasi.




(dfl/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork