Festival matcha akhirnya digelar pertama kali di Jakarta. Puluhan tenant hadir menawarkan racikan matcha unggulan, seperti dua tenant asal Bandung dan Singapura yang viral.
Popularitas matcha kini semakin meningkat. Banyak orang, khususnya para wanita menjadikan matcha sebagai minuman harian. Matcha disukai karena rasanya yang familiar, seperti umami sedikit pahit, dan kaya nutrisi.
Tren matcha yang sedang naik daun, khususnya di Jakarta tidak hanya ditandai dengan kemunculan beberapa gerai matcha baru. Namun juga dari hadirnya festival matcha pertama di Jakarta.
Bertajuk 'Crazy Matcha Festival', festival matcha ini diadakan mulai tanggal 27 sampai 31 Agustus 2025. Lokasinya ada di Ashta District, Upper Marketplace, L2, Jakarta.
Festival yang diadakan oleh JKT GO menghadirkan kurang lebih 35 tenant makanan dan minuman berbasis matcha yang sudah dikurasi.
Beberapa tenant lokal favorit banyak orang dipilih untuk hadir di festival ini. Mereka juga menghadirkan tenant matcha asal Singapura yang akan segera membuka gerainya di Indonesia.
Antusiasme para pencinta matcha terlihat jelas ketika detikFood mampir ke festival ini pada Rabu, (27/8/2025). Pukul 15.00 sore rupanya banyak pelanggan datang untuk mencicipi berbagai macam jenis matcha.
Kami mampir untuk mencicipi matcha dari dua gerai viral, yaitu Hvala dari Singapura dan Noisy Matcha asal Bandung.
Karena viral, kedua gerai ini punya antrean yang sangat panjang. Sampai-sampai jika dihitung, kami menghabiskan waktu 2 jam sampai bisa menikmati matcha dari dua gerai tersebut.
Lalu, bagaimana dengan rasanya?
1. Hvala
Gerai pertama yang kami sambangi, Hvala. Brand asal Singapura ini menawarkan matcha berbasis ceremonial grade. Bahkan ada matcha dengan grade lebih tinggi dari ceremonial.
Mereka punya beberapa pilihan matcha latte, mulai dari Sei Matcha (menggunakan advance ceremonial grade), Sora Matcha (Ceremonial grade), Hojicha, dan Matcha Hojicha. Harga per gelasnya dibanderol mulai dari Rp 70 sampai Rp 125 ribu.
Awalnya gerai ini tidak begitu kelihatan karena plangnya ada di bagian bawah, tidak terpampang jelas.
Saat kami datang antreannya juga sudah panjang, bahkan sampai ke depan gerai lain. Antre pesannya menghabiskan waktu 30 menit. Belum lagi menunggu pesanan matcha kami jadi yang juga menghabiskan waktu sekitar 30 menit, sehingga total antrenya sekitar 1 jam.
Kami pesan Sora Matcha yang satu cupnya dibanderol Rp 90.000. Susunya bisa pilih fresh milk atau oat milk, tetapi kami memilih susu sapi segar saja. Karakteristik bubuk matcha sora sendiri yaitu punya warna hijau yang lebih cerah dengan tekstur lembut dan sedikit pahit.
Sora Matcha Latte dari Hvala memadukan 9 gram bubuk matcha yang sudah diseduh dan diaduk manual dengan chasen. Lalu dipadukan dengan susu segar dan es batu.
Tekstur minuman matchanya menurut kami tidak begitu creamy. Saat diseruput langsung muncul rasa pahit matcha yang kuat. Bahkan jejak rasa pahitnya membekas di mulut. Meskipun didominasi rasa pahit, tetapi masih ada sedikit sentuhan umami di ujung lidah.
Matchanya juga tidak manis karena tidak menggunakan gula atau simple syrup sama sekali. Sepertinya matcha ini cocok bagi mereka yang lebih suka matcha pahit alami.
2. Noisy Matcha
Gerai kedua yang kami sambangi yaitu Noisy Matcha. Setelah batch pertama habis, gerai mereka baru buka kembali pukul 16.00. Namun banyak pelanggan yang sudah antre sebelumnya.
Antrean Noisy Matcha juga panjang, tetapi agak lebih cepat. Sebab, pegawai menggunakan frother untuk mengaduk matcha, bukan pakai chasen.
Gerai matcha ini asalnya dari Bandung. Sampai saat ini mereka belum punya gerai yang berdiri sendiri. Jadi masih membuka pop up dari satu event ke event lainnya.
Menu di Noisy Matcha lebih variatif. Andalannya yaitu Matcha Banana Pudding Latte dan Noisy Matcha yang ditambah es krim matcha di atasnya. Sayang sekali kedua menu tersebut langsung habis setelah di re-stock.
Kami akhirnya pesan menu yang tak kalah favorit yaitu Salty Matcha Macchiato yang dibanderol seharga Rp 55.000. Minuman ini terdiri dari ceremonial grade matcha, susu, dan sea salt macchiato di atasnya. Kami memilih susunya diganti dengan oat sehingga tambah Rp 8.000.
Tampilannya lebih menarik karena ada tambahan krim macchiato di atasnya. Menggunakan 4 gram matcha yang rasanya cenderung umami dan kuat, tetapi tidak sepekat matcha latte Hvala.
Secara keseluruhan rasanya juga cenderung manis dan creamy. Manisnya pas, tidak mengganggu rasa pahit umami matcha. Penggunaan susu oat juga membuat racikan minuman ini terasa lebih spesial. Menu ini tampaknya lebih cocok dinikmati mereka yang suka matcha creamy dan manis.
Masih banyak tenant makanan dan minuman matcha yang bisa dicoba. Ada juga beberapa tenant menawarkan menu unik, seperti One Eighty Bakery yang tawarkan matcha latte dengan croissant. Gerai Gooma juga punya menu matcha latte dengan hojicha.
Simak Video "Nyobain Ragam Olahan Matcha Cafe Kekinian di KAMAJA Jaksel"
(aqr/adr)