ADVERTISEMENT

Resto China Legendaris

5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 08 Okt 2022 11:00 WIB
5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun
Foto: detikFood
Jakarta -

Berdiri sejak tahun 1925, Restoran Eka Ria di Jakarta spesialis menyajikan hidangan Kanton. Ada menu yang hingga kini masih digemari pelanggan.

Membicarakan restoran khas China yang usianya puluhan tahun memang banyak dan tak terhitung di Indonesia. Tapi kalau restoran yang usianya nyaris 100 tahun, mungkin hanya tersisa hitungan jari saja.

Seperti Restoran Eka Ria, berdiri sejak tahun 1925. Meskipun sebenarnya restoran ini sudah ada jauh sebelum tahun 1925, yang menandakan bahwa restoran ini mampu bertahan lebih dari 100 tahun.

Di Restoran Eka Ria, semua menu masih dimasak menggunakan resep keluarga Tjoeng Sang, pendiri restoran Jit Lok Jun yang merupakan nama awal restoran Eka Ria.

Puluhan tahun berselang, kini hampir semua menu ikoniknya masih ada hingga sekarang dengan tampilan yang lebih modern dan cita rasa yang tak berubah.

Berikut lima rekomendasi menu makanan enak di restoran Eka Ria.

Baca Juga: Kisah Restoran Eka Ria yang Setia Sajikan Hidangan Kanton Sejak 1925" selengkapnya


1. Burung Dara Goreng

5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 TahunChef Koko Chung, Generasi Ketiga dari Restoran Eka Ria. Foto: detikFood

Sejak tahun 1925, menu Burung Dara Goreng merupakan menu yang paling terkenal dan laris manis di Restoran Eka Ria. Menu ini bahkan masih diminati sampai sekarang. Banyak orang yang rela datang jauh-jauh hanya untuk makan burung dara goreng ini.

"Burung Dara Jit Lok Jun ini merupakan menu signature di Eka Ria, diwariskan secara turun temurun. Kita hanya memakai burung dara yang masih muda, sehingga teksturnya masih empuk dan renyah. Burung dara digoreng dengan bumbu mentega yang menambah rasa sedapnya ini," ungkap Chef Suharto atau Koko Chung, selaku penerus Restoran Eka Ria generasi ketiga ke detikFood (07/10).

5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun Foto: detikFood

Saking larisnya menu ini, Koko Chung bahkan harus menolak permintaan take-away. Jadi menu ini hanya tersedia untuk makan di tempat saja.

"Burung dara itu cukup susah dicari saat musim hujan seperti ini. Jadi pasokan kami juga terbatas. Kami lebih mengutamakan untuk orang-orang yang mau makan di tempat. Kashian pelanggan yang datang jauh-jauh mau cicip makanan ini ternyata habis diborong sama yang pesan online atau dibawa pulang," ungkap Koko Chung sudah mengelola Restoran Eka Ria sejak tahun 1987.

2. Gundur Tim

5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun Foto: detikFood

Koko Chung mengaku bahwa kebanyakan hidangan kanton yang mereka sajikan sudah termasuk kuliner peranakan. Karena mereka sudah menyesuaikan dengan selera orang Indonesia. Meski begitu beberapa menu spesial yang tidak bisa ditemukan di restoran lain, tetap tersedia di sini.

Misalnya Gundur Tim, menu yang satu ini termasuk ke dalam menu sup spesial yang harus lebih dulu dipesan sebelum kedatangan, karena proses masaknya yang bisa memakan waktu berjam-jam.

"Gundur Tim ini sup labu, mangkuknya menggunakan labu yang kita kukus selama berjam-jam. Tujuannya agar manis dari labu ini keluar. Lalu di dalamnya kita kasih berbagai sayuran seperti timun, jamur, hati ayam, daging dan masih banyak lagi," jelas Koko Chung.

3. Ayam Goreng Asam Manis

5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun5 Menu Legendaris di Restoran Eka Ria yang Bertahan 97 Tahun Foto: detikFood

Klasik tapi tetap disukai banyak orang sampai sekarang. Menu Ayam Goreng Asam Manis di Eka Ria juga tak boleh dilewatkan.

"Ayam goreng asam manis ini salah satu yang favorit ya. Jadi ayam fillet digoreng tepung hingga garing, kemudian ditumis sebentar dalam wajan panas dengan tambahan paprika, buah nanas segar dan saus asam manis yang kental," sambung Koko Chung, yang belajar masak secara otodidak dari usia 13 tahun.

Tampilannya yang meriah, dan rasanya yang asam manis segar dipadukan dengan buah nanas yang renyah, menambah corak rasa tersendiri di hidangan ini.



Simak Video "Mencicipi Hidangan Restoran Kanton Peranakan Tertua di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT