ADVERTISEMENT

Begini Rasa Ayam dan Bebek Goreng Rating Terendah di Aplikasi Online

Tim detikfood - detikFood
Rabu, 22 Jun 2022 12:00 WIB

Ayam gorengnya yang ternyata enak

Review Ayam dan Bebek Rating TerburukTidak seperti komentar pelanggannya, rasa ayam goreng di restoran rating terburuk ini cukup enak. Foto: Tim detikfood

Pertama-tama, kami memiliki alasan tersendiri sebelum memutuskan untuk memesan menu ayam gorengnya (Rp 28.500,-). Ada salah satu komentar pelanggannya yang menyebutkan bahwa ayam goreng di sini berkualitas cukup buruk.

"Ayamnya bau busuk masih berair, mencium bau ayamnya saja sudah bikin muntah. Padahal kita beli dan nggak minta!! Parah banget sih, baunya menyengat. Kacau!" tulis salah satu pelanggannya.

Ternyata setelah mencoba membelah ayamnya, kami justru menemukan ayam goreng dengan tekstur yang juicy, empuk dan bau serta rasanya juga masih sangat segar. Hanya saja ditemukan beberapa titik bagian ayam yang dilengkapi dengan serpihan kulit cabai hijau. Padahal kami tidak memesan ayam cabe ijo yang ada di salah satu menunya.

Kulit cabai hijau tersebut terlihat sudah mengering seolah ikut digoreng bersama ayamnya. Tidak diketahui dari mana serpihan kulit cabai hijau itu bisa menempel pada potongan ayam.

Tetapi untuk rasanya, bumbu dari ayamnya cukup meresap. Rasanya mirip seperti ayam goreng rumahan tetapi dengan versi yang dibuat lebih gurih. Mendapat ayam bagian paha atas, tekstur bagian luar ayamnya garing dan cukup renyah dengan daging yang lembut juicy.

Kami juga mendapatkan tambahan seperti bumbu hitam dan sambal merah. Untuk bumbu hitamnya sangat berminyak dengan rasa asin yang berlebihan. Sedangkan sambal merahnya sangat pedas untuk kami tanpa ada rasa lain seperti gurih atau sekadar sedikit asin.

Daging bebek goreng yang agak alot

Review Ayam dan Bebek Rating TerburukBerbeda dengan ayamnya, daging bebek gorengnya justru alot. Foto: Tim detikfood

Menu lain yang kami pesan adalah bebek goreng dengan bumbu Madura (Rp 28.500,-). Setelah merasa aman mencicipi ayam gorengnya, ternyata kesan berbeda kami dapatkan dari menu bebek gorengnya.

Saat pertama kali dibuka pada potongan daging bebeknya terlihat sehelai rambut yang cukup panjang menempel bahkan terselip di antara daging bebeknya. Untuk penampilannya sendiri tidak mengecewakan dan tampak seperti bebek goreng di tempat lain.

Seperti bebek kebanyakan, belum lengkap rasanya jika tidak menuangkan bumbu hitam khas Madura. Sayangnya bumbu hitam di sini warnanya tidak terlalu hitam pekat dengan rasa gurih yang pas, lebih asin dan sedikit kurang pekat rempahnya.

Menu ini juga mendapatkan komentar yang jelek dari pelanggannya. Ada yang mengatakan mereka memang seharusnya memperbaiki rasa dari bumbu hitamnya.

"Perbaiki lagi bumbu nasi bebeknya ya. Bumbunya berbeda dengan nasi bebek di tempat lain," tulis salah satu pelanggannya yang terdahulu.

Tekstur dari daging bebeknya juga agak alot saat dimakan. Daging bebeknya tidak keras hanya saja sedikit lebih alot dibandingkan bebek goreng yang pernah kami coba sebelumnya. Bumbu dari bebeknya juga tidak terasa hingga ke bagian dalamnya sehingga daging bebeknya lebih hambar.

Mirip dengan ayam gorengnya, untuk menu bebek goreng di sini juga dilengkapi dengan sambal merah yang sangat pedas. Perpaduan bumbu hitam yang cenderung asin, sambalnya yang terlalu pedas dengan daging bebeknya yang agak hambar ternyata lebih enak jika dinikmati bersamaan dalam satu suapan.

Jika dibandingkan dengan komentar pelanggannya yang lain, kami tidak mengalami kejadian seburuk yang dituliskan pada kolom ulasan. Secara keseluruhan rasa makanan dari restoran rating terburuk ini tidak terlalu jelek. Hanya saja ada caranya sendiri untuk menyantapnya sehingga rasanya bisa lebih seimbang.

Ingin produk atau tempat makan Anda direview oleh detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com.


(dfl/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT