Agar Anak Mau Melahap Makanannya, Ini 7 Trik yang Bisa Anda Lakukan

Regita Lorena - detikFood Rabu, 30 Agu 2017 15:06 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Anak balita umumnya alami perubahan nafsu makan. Rewel makan sering terjadi. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda lakukan.

Membuat anak menghabiskan sayur di piringnya adalah perjuangan besar bagi para orang tua. Sengaja mengunyah lambat-lambat, mengatakan bahwa dia alergi, atau menangis keras-keras adalah cara-cara yang biasa dilakukan anak untuk menghindari keharusan makan sayur.

Namun saat masa pertumbuhan, anak memerlukan nutrisi yang cukup. Jika kehilangan nafsu makan bisa berakibat pada penurunan berat badan pada anak.

Baca juga : Lakukan Cara Jitu Ini Agar Anak Doyan Makan

Ada beberapa hal sederhana yang direkomendasikan telegraph.uk (29/8) yang bisa dilakukan agar si kecil tidak kehilangan nafsu makannya.

1. Hindari berbohong pada Anak

Jika anak tidak suka pada suatu makanan misalnya seledri, jangan mecoba untuk berbohong bahwa anak lain menyukainya, agar dia mau makan. Tak apa jika anak hanya makan kacang polong dan wortel tanpa seledri. Cobalah untuk memasukkannya sesekali ke dalam makanan kesukaan anak. Selera makan anak berubah cukup cepat saat berumur 5 tahun.

Kacang polong yang dibentuk menyerupai katak.Kacang polong yang dibentuk menyerupai katak. Foto: Istimewa

2. Menyembunyikan sayuran dalam makanan

Saat disuruh makan sayur, anak usia 6 tahun seringkali anak mengatakan bahwa ia alergi terhadap sayur tersebut. Agar anak tetap makan sayur, ubahlah penampakan sayur dan samarkan menjadi makanan yang disukai anak. Seperti menambhhkan bayam dalam nugget buatan sendiri.

3. Jangan memaksa

Kata "hanya satu suap lagi" seringkali digunakan oleh orang tua agar anak tersebut tetap mau makan. Jika mereka tidak menyukainya, sebaiknya jangan memaksa mereka untuk makan. Daripada memaksa, cobalah untuk membuat mereka mencoba setidaknya satu gigitan.

Jadilah contoh yang baik untuk anak-anak.Jadilah contoh yang baik untuk anak-anak. Foto: Thinkstock

4. Jadilah contoh yang baik

Sebuah penelitian awal tahun ini menemukan bahwa dua pertiga orang dewasa di Inggris makan kurang dari tiga porsi buah dan sayuran setiap hari. Jika anak-anak Anda tidak melihat Anda makan makanan sehat, maka mereka cenderung tidak akan melakukannya.

5. Biarkan anak masuk ke dapur

Membiarkan anak ke dapur mungkin akan membuat dapur berantakan atau bahkan dapat mencelakai mereka saat anak ingin ikut membantu. Tapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa, jika anak-anak terlibat dalam membantu menyiapkan makanan, mereka cenderung akan memakannya.

Tidak hanya itu, hal tersebut juga dapat menanamkan keterampilan hidup yang bermanfaat bagi anak. Satu dari delapan orang dewasa Inggris tidak bisa membuat omelet tanpa menggunakan resep. Jangan biarkan anak menjadi salah satu dari mereka.

Si kecil dan sayuran.Si kecil dan sayuran. Foto: Thinkstock

6. Jangan menganggap suatu makanan itu buruk

Menyebut suatu makanan itu jelek atau buruk akan pengaruhi nafsu makan anak dan persepsi anak akan makanan. anak. Misalnya saja, roti bukanlah musuh anak. Mengonsumsi puding sesekali juga tidak akan membunuh anak. Sesekali, berikan anak makanan yang dia suka, tapi masih dalam batas wajar.

7. Buat waktu makan jadi menyenangkan
Agar anak selalu melahap makanan, makan harus menjadi sesuatu yang menyenangkan. Menyuapi anak atau menunggu anak sampai mau makan bukan hal yang baik.

Duduk dan makanlah bersama anak. Ajak anak ngobrol atau bercerita mengenai hal-hal yang menyenangkan. Hal ini akan memberi pengalaman pada anak bahwa makan itu sangat menyenangkan.

Baca juga : Anak Sedang Malas Makan? Siasati dengan Cara Ini agar Nafsu Makannya Bangkit Lagi (lus/odi)
Load Komentar ...