Dokter spesialis pencernaan (gastroenterolog), Wendi LeBrett, membagikan tujuh makanan yang rutin ia konsumsi setiap minggu demi pencernaan sehat. Ini daftarnya!
Kesehatan pencernaan tak bisa dianggap sepele. Saluran cerna adalah rumah triliunan mikroorganisme yang berperan bagi sistem imun, suasana hati, hingga risiko penyakit kronis.
Dilansir dari Health Senin (26/10/2026), gastroenterolog Wendi LeBrett, membagikan lewat Instagram pribadinya sejumlah makanan yang rutin ia konsumsi setiap minggu agar pencernaannya tetap sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 7 makanan favorit dokter spesialis pencernaan:
Konsumsi buah beri dapat menyumbang kebutuhan serat harian yang diperlukan oleh orang dewasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital |
1. Buah Beri
Satu cangkir rasberi menyumbang sekitar 8 gram serat, nyaris memenuhi sepertiga kebutuhan harian orang dewasa. Beri jadi menu rutin LeBrett yang disantap langsung, dicampur yogurt, atau ditaburkan di oatmeal.
Polifenol di dalam buah beri membantu menjaga mikrobiota usus, sementara vitamin C dan antosianin pada bluberi serta blackberry melengkapi manfaatnya.
2. Yogurt
Sebagai makanan fermentasi, yogurt kaya kultur hidup dan aktif yang menyuplai bakteri baik bagi usus sekaligus memudahkan pemecahan laktosa. Ini merupakan kabar baik bagi yang kurang toleran terhadap susu.
LeBrett menyarankan memilih yogurt tawar agar gula tambahan tetap terkontrol. Pilih Greek yogurt sebagai opsi kaya protein, yang mengandung sekitar 15-20 gram per porsi.
3. Kiwi
Konsumsi dua kiwi hijau sehari terbukti secara klinis mampu mempercepat frekuensi buang air besar pada penderita sembelit. Manfaat ini membuat LeBrett rutin mengonsumsinya untuk meredakan kembung.
Kombinasi serat, kadar air tinggi, dan enzim aktinidin disebut menjadi kunci di balik khasiat tersebut.
4. Oat
Kandungan betaglucan pada oat, serat larut yang membentuk gel di saluran cerna, menjadikannya santapan favorit bakteri usus sekaligus prebiotik alami.
Selain menyehatkan pencernaan, asupan sekitar 3 gram beta-glucan per hari juga dikenal membantu menekan kolesterol jahat (LDL).
5. Dark Chocolate
Riset berskala kecil mencatat orang yang rutin mengonsumsi dark chocolate berkadar kakao 70-85 persen memiliki frekuensi buang air besar lebih tinggi dan bakteri baik usus yang meningkat, dibanding yang mengonsumsi cokelat putih (white chocolate).
Kandungan seratnya pun lumayan, sekitar 3 gram per 28 gram sajian, meski tetap perlu dibatasi karena dark chocolate mengandung gula dan lemak jenuh.
Konsumsi alpukat selama 12 minggu dapat membantu meningkatkan jumlah bakteri pengurai dalam usus. Foto: pvproductions/Freepik |
6. Alpukat
Rutin makan alpukat selama 12 minggu terbukti menambah bakteri pengurai serat sekaligus keragaman mikroba usus, menurut sebuah penelitian.
Satu buah alpukat ukuran sedang menyumbang 9-10 gram serat, ditambah kalium, folat, dan lemak tak jenuh tunggal. LeBrett sendiri gemar mengolahnya jadi guacamole.
7. Kentang
Di balik kesan kurang sehat, kentang menyimpan pati resisten yang lolos dari pencernaan di usus halus dan baru diurai bakteri di usus besar.
Memasak lalu mendinginkannya, seperti saat membuat salad kentang, menambah kadar pati resisten itu.
"Bagaimana mungkin menjalani hidup tanpa makan kentang?" kata LeBrett, yang menyarankan mengolah kentang dengan cara dipanggang bersama kulit agar nutrisinya maksimal.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN