Stop Kupas! Kulit 5 Buah dan Sayuran Ini Ternyata Kaya Nutrisi

Stop Kupas! Kulit 5 Buah dan Sayuran Ini Ternyata Kaya Nutrisi

Atiqa Rana - detikFood
Sabtu, 24 Okt 2026 05:00 WIB
tips menyimpan wortel
Foto: iStock
Jakarta -

Kulit buah dan sayuran sering dikupas karena dianggap kotor. Namun sebenarnya, ada buah dan sayuran yang kulitnya tidak perlu dikupas karena kandungan nutrisi besar ada di bagian tersebut.

Ketika hendak menikmati buah dan sayuran, banyak orang mengupas bagian kulitnya terlebih dahulu sebelum mengolah atau menikmatinya.

Mengupas kulit memang menjadi cara paling efektif membersihkan sisa pestisida, lilin, atau zat pengawet yang menempel di permukaan buah atau sayur impor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kulit buah dan sayuran juga biasanya terpapar tanah, debu, bakteri, hingga jamur selama proses panen, pengiriman, hingga penjualan di pasar.

ADVERTISEMENT

Namun, beberapa buah dan sayuran sebenarnya punya kulit yang tidak perlu dikupas. Kulit buah dan sayuran dirancang untuk melindungi bagian dalamnya. Biasanya bagian kulitnya lebih tebal dan seringkali mengandung konsentrasi nutrisi lebih tinggi, termasuk serat.

Kulit beberapa buah dan sayuran juga mengandung vitamin lebih tinggi daripada bagian dalam buah dan sayuran.Kandungan antioksidan di dalam kulit buah juga dikenal lebih tinggi sehingga baik untuk jantung dan berfungsi sebagai anti-inflamasi.

Lantas, buah dan sayuran apa saja yang sebaiknya tidak perlu dikupas kulitnya? Dilansir dari marthastewart.com (18/10), berikut daftarnya.

1. Apel

apple isolated on wood backgroundApel yang hendak dimakan sebaiknya tidak perlu dikupas bagian kulitnya. Foto: iStock

Apel merupakan salah satu buah yang memiliki kulit dengan kandungan nutrisi beragam. Kulitnya lebih baik dibiarkan karena mengandung serat dan mikronutrien, termasuk vitamin K dan kalium, bersama dengan pelindung seperti flavonoid dan polifenol.

Menurut ahli Shaw, senyawa-senyawa tersebut punya sifat antioksidan yang dapat melindungi sel dari radikal bebas. Paparan radikal bebas seiring waktu bisa menyebabkan peradangan dan penyakit kronis.

Selain itu, menurut Shaw, kulit apel juga mengandung vitamin C. Vitamin C tersebut baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh hingga mencegah penuaan dini.

2. Buah pir

buah pir bisa sehatkan pencernaanBuah pir pun lebih baik dimakan bersama dengan kulitnya. Foto: Getty Images/iStockphoto

Di antara buah-buahan, pir juga menjadi salah satu yang kulitnya tidak perlu dikupas. Kulit pir mengandung serat tinggi serta senyawa tumbuhan bioaktif, termasuk antioksidan dan polifenol.

Kandungan serat tinggi dalam kulit pir bisa membantu mencegah sembelit dan mendukung bakteri baik di usus. Antioksidan quercetin pada kulitnya juga bisa meredakan peradangan hingga menurunkan risiko kolesterol jahat. Antioksidan ini juga baik untuk membantu melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.

3. Ubi jalar

Ubi jalarTerdapat banyak kandungan nutrisi di dalam kulit ubi jalar. Foto: iStock

Jenis umbi-umbian satu ini termasuk yang populer karena mudah didapat dan rasanya enak. Baik dimasak dengan kulitnya atau dipanggang dalam oven, kulit ubi jalar merupakan tambahan yang bermanfaat untuk diet.

Membiarkan kulitnya tetap utuh dapat memberikan lebih banyak nutrisi beta-karoten dan vitamin A. Shaw menjelaskan jika porsi 100 gram ubi jalar dengan kulitnya memberikan 3.500 IU vitamin A lebih banyak daripada yang sudah dikupas.

Kombinasi beta-karoten dan vitamin C ini juga bisa mendukung kesehatan kulit. Nutrisi di dalamnya memainkan peran penting dalam perlindungan antioksidan dan produksi kolagen.

4. Mentimun

Irisan mentimun sering dikonsumsi sebagai lalapan atau menjadi kombinasi hidangan salad. Namun, kamu perlu tahu bahwa mentimun lebih baik dinikmati dengan kulitnya.

Kulit timun mengandung serat dan vitamin K. Kandungan serat tidak larut di dalamya dapat memperlancar pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mendukung kesehatan pencernaan.

Kandungan beta-karoten di dalam kulit timun juga berperan sebagai antioksidan untuk menjaga kesehatan mata, sel-sel tubuh. dan sistem imun.

5. Wortel

Ahli Klinger menegaskan bahwa wortel dengan kulitnya mengandung lebih banyak serat dan fitonutrien daripada wortel yang sudah dikupas.

Kulit wortel menyimpan konsentrasi vitamin C, niasin, dan senyawa fitokimia lebih tinggi. Lapisan luar atau kulit wortel ini juga mengandung tambahan serat yang dapat memperlancar pencernaan dan mengontrol penyerapan gula.

Jika ingin mengonsumsi wortel dengan kulitnya kamu bisa mencuci bersih di bawah air mengalir sambil digosok perlahan menggunakan sikat sayur untuk menghilangkan sisa tanah. Namun, jika menemukan kulit wortel layu, berlubang, atau terasa pahit, lebih baik kulitnya dikupas.

Halaman 3 dari 2
(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads