Pasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli

Pasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Jumat, 23 Okt 2026 06:00 WIB
Pasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pasta sisa semalam ternyata bisa lebih sehat setelah disimpan di kulkas. Proses pendinginan membentuk pati resisten yang baik untuk usus dan gula darah.

Pasta biasanya disantap selagi hangat agar rasanya tetap enak Namun, pasta yang disimpan di kulkas semalaman ternyata bisa memberikan manfaat tambahan bagi tubuh.

Perubahan suhu membuat sebagian pati di dalam pasta berubah menjadi pati resisten yang dicerna lebih lambat oleh tubuh. Pati resisten dikenal lebih sehat dibanding pati biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari RD (20/101/2026), ahli gizi terdaftar Jordan Langhough menjelaskan, perubahan ini membuat pasta sisa punya efek berbeda dibandingkan pasta yang baru matang, terutama terhadap pencernaan dan kadar gula darah.

Pasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan AhliPasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli Foto: Getty Images

Saat pasta dimasak, butiran pati menyerap air dan mengembang sehingga lebih mudah dipecah tubuh menjadi glukosa.

ADVERTISEMENT

Namun, ketika pasta mulai dingin, struktur molekul patinya berubah. Proses ini lah yang disebut 'retrogradation' dan menghasilkan pati resisten.

"Di dalam tubuh, pati resisten lebih berperan layaknya serat," kata Langhough. Pati resisten bergerak ke usus besar dan menjadi prebiotik bagi bakteri baik.

Zat ini juga memperlambat kenaikan gula darah. Studi di Journal of Diabetes Investigation menyebut pati resisten disebut dapat membantu menurunkan kadar gula darah setelah makan.

Konsumsi pati resisten secara rutin pun dikaitkan dengan rasa kenyang lebih lama pada tubuh.

"Mengonsumsi pati resisten secara rutin dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih lama setelah makan," ujarnya. Rasa kenyang yang bertahan lebih lama berpotensi membantu mengurangi keinginan untuk ngemil dan mendukung pengaturan berat badan.

Pasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan AhliPasta Sisa Kemarin Ternyata Lebih Sehat, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ahli Foto: Getty Images

Tinjauan dalam Nutrition Research menyebut zat ini dapat membantu menurunkan kolesterol total dan kolesterol LDL. Meski demikian, studi penurunan berat badan di Nature Metabolis menggunakan pati resisten sebagai suplemen, bukan pasta sisa.

Untuk mendapatkan manfaat tersebut, Langhough menyarankan pasta didinginkan di kulkas semalaman. Setelah matang, biarkan uap panasnya keluar sekitar 30 menit sebelum menyimpannya dalam wadah lebar. Namun, pasta matang tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam.

Pasta tidak harus disantap dingin. Sebagian pati resisten tetap ada setelah dipanaskan kembali. Studi dalam jurnal Foods menemukan pasta yang dipanaskan ulang memicu lonjakan gula darah lebih rendah, dibanding pasta baru dimasak maupun pasta dingin.

Meski begitu, penyimpanan pasta yang benar tetap penting. Jika pasta terlalu lama berada pada suhu ruang, bakteri Bacillus cereus dapat menghasilkan racun yang tahan panas.

Segera simpan pasta di kulkas setelah uap panasnya berkurang dan jangan membiarkannya di suhu ruang lebih dari dua jam.



(sob/sob)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads