×
Ad

5 Mitos Tentang Telur Ini Masih Banyak Dipercaya, Begini Faktanya

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 15 Okt 2026 05:00 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Banyak mitos seputar telur masih dipercaya sampai sekarang, mulai dari warna kuning telur hingga risiko penyakit jantung. Ini fakta dari para ahli!

Telur mudah ditemukan dan diolah menjadi beragam hidangan. Meski begitu, bahan makanan ini juga dikelilingi sejumlah mitos, mulai dari warna kuning telur hingga dampak konsumsinya terhadap kesehatan jantung.

Sebagian anggapan tersebut terdengar masuk akal, tetapi belum tentu sesuai fakta. Misalnya, kuning telur berwarna pekat tidak otomatis menandakan telur lebih sehat.

Para ahli pun menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui sebelum memercayai mitos seputar telur. Dikutip dari The Takeout (20/3) berikut faktanya!

1. Kuning Telur Warna Oranye Lebih Sehat

Kuning Telur Warna Oranye Lebih Sehat. Foto: Getty Images

Warna kuning telur yang pekat tidak selalu menandakan telur lebih sehat. Kristy Foster, Wakil Presiden Rantai Pasok, Keamanan Pangan, dan Mutu Farmer Boys, menyebut warna dipengaruhi pakan ayam.

"Ayam yang dipelihara bebas memakan beragam makanan sehingga kuning telurnya lebih pekat," ujar Kristy.

Jen Houchins, Direktur Riset Nutrisi American Egg Board, menjelaskan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin dapat membuat kuning telur lebih oranye.

"Karena itu, warna kuning telur saja tidak bisa menjadi patokan kesehatan ayam atau kualitas telur," ujarnya.

2. Telur Harus Disimpan di Kulkas

Telur tidak selalu harus disimpan di kulkas karena cara penyimpanannya bergantung pada proses pengolahan.

Kristy Foster menjelaskan, telur memiliki lapisan pelindung alami bernama bloom yang membantu menghalangi masuknya patogen.

"Setelah lapisan pelindung itu dicuci, seperti dalam pengolahan telur komersial di Amerika Serikat, telur perlu disimpan di kulkas agar tetap aman," ujar Kristy Foster.

Karena itu, telur yang sudah dicuci umumnya perlu didinginkan untuk menjaga keamanannya.

Sementara itu, telur yang tidak dicuci dan lapisan pelindung alaminya masih utuh bisa disimpan pada suhu ruang dalam kondisi tertentu.

Namun, cara penyimpanan telur tetap perlu mengikuti petunjuk produsen dan kondisi penjualannya agar kualitas serta keamanannya terjaga.




(raf/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork