Tidak semua tren makan atau tren nutrisi di TikTok baik untuk kesehatan. Ahli gizi mengungkap 5 tren makan dan minum yang tak perlu diikuti, bahkan ada yang berisiko!
Berbagai tren nutrisi di TikTok kerap menarik perhatian karena menjanjikan manfaat kesehatan melalui kebiasaan makan dan minum tertentu.
Namun, tidak semua informasi yang beredar didukung penelitian ilmiah. Beberapa anjuran bahkan berpotensi membahayakan kesehatan jika dilakukan sembarangan.
Dilansir dari BHG (07/101/2026), para ahli gizi mengingatkan pentingnya memahami kebutuhan tubuh sebelum mengikuti tren tersebut.
Mulai dari konsumsi protein hingga aturan minum air putih, berikut lima tren nutrisi di TikTok yang sebenarnya tidak perlu diikuti karena manfaatnya belum tentu sesuai klaim.
1. Harus Mengonsumsi 100 Gram Protein Setiap Hari
Tren mengonsumsi 100 gram protein setiap hari ramai dibicarakan di TikTok. Padahal, kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung berat badan dan aktivitas fisik.
Ahli gizi Cassandra Padula Burke menjelaskan bahwa tidak ada jumlah protein yang berlaku untuk semua orang.
Sebagai gambaran, rekomendasi dasar asupan protein orang dewasa sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Seseorang dengan berat 68 kilogram membutuhkan sekitar 54 gram protein sehari.
Orang yang rutin berolahraga mungkin memerlukan lebih banyak protein untuk membantu pemulihan otot, sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitasnya masing-masing.
2. Bone Broth Dianggap Bisa Menyembuhkan Penyakit
Bone broth atau kaldu tulang kerap dipromosikan di TikTok sebagai minuman dengan berbagai manfaat kesehatan. Kaldu ini dibuat dengan merebus tulang dan jaringan ikat sapi, ayam, atau babi dalam air.
Proses perebusan tersebut menghasilkan sejumlah nutrisi, termasuk kolagen, gelatin, kalsium, dan asam amino.
Namun, ahli gizi Natalie Allen mengatakan belum ada penelitian kuat yang membuktikan bone broth jauh lebih unggul dibandingkan kaldu biasa, selain kandungan proteinnya yang sedikit lebih tinggi.
Untuk meningkatkan nilai gizi sup, ia menyarankan penambahan kacang-kacangan dan aneka sayuran.
3. Mengonsumsi Bubuk Suplemen Sebelum Olahraga Tanpa Air
Tren dry scooping di TikTok, dilakukan dengan menelan bubuk suplemen sebelum olahraga secara langsung tanpa mencampurnya dengan air.
Padahal, suplemen tersebut biasanya mengandung kafein atau zat stimulan lain untuk meningkatkan energi sebelum berolahraga.
Menurut Cassandra Padula Burke, kebiasaan ini berbahaya karena bubuk yang ditelan langsung berisiko menyebabkan tersedak, berapa pun jumlahnya.
Selain itu, kandungan kafein atau stimulan dalam dosis tinggi dapat memicu peningkatan detak jantung dan gangguan pencernaan.
Karena itu, konsumsi suplemen sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan, bukan sekadar meniru tren media sosial.
Simak Video "Video Catatan dari Ahli Gizi soal Temuan Sayur Basi di Makan Bergizi Gratis"
(sob/adr)