Viral di TikTok, 5 Tren Makan Ini Katanya Sehat Padahal Berbahaya!

Viral di TikTok, 5 Tren Makan Ini Katanya Sehat Padahal Berbahaya!

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 08 Okt 2026 11:00 WIB
Dry Scooping, Tren Makan Protein Bubuk yang Berbahaya di TikTok
Foto: TikTok/Fox
Jakarta -

Tidak semua tren makan atau tren nutrisi di TikTok baik untuk kesehatan. Ahli gizi mengungkap 5 tren makan dan minum yang tak perlu diikuti, bahkan ada yang berisiko!

Berbagai tren nutrisi di TikTok kerap menarik perhatian karena menjanjikan manfaat kesehatan melalui kebiasaan makan dan minum tertentu.

Namun, tidak semua informasi yang beredar didukung penelitian ilmiah. Beberapa anjuran bahkan berpotensi membahayakan kesehatan jika dilakukan sembarangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari BHG (07/101/2026), para ahli gizi mengingatkan pentingnya memahami kebutuhan tubuh sebelum mengikuti tren tersebut.

Mulai dari konsumsi protein hingga aturan minum air putih, berikut lima tren nutrisi di TikTok yang sebenarnya tidak perlu diikuti karena manfaatnya belum tentu sesuai klaim.

ADVERTISEMENT


1. Harus Mengonsumsi 100 Gram Protein Setiap Hari

Protein bowl.Protein bowl. Foto: Getty Images/tinyheads

Tren mengonsumsi 100 gram protein setiap hari ramai dibicarakan di TikTok. Padahal, kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung berat badan dan aktivitas fisik.

Ahli gizi Cassandra Padula Burke menjelaskan bahwa tidak ada jumlah protein yang berlaku untuk semua orang.

Sebagai gambaran, rekomendasi dasar asupan protein orang dewasa sekitar 0,8 gram per kilogram berat badan. Seseorang dengan berat 68 kilogram membutuhkan sekitar 54 gram protein sehari.

Orang yang rutin berolahraga mungkin memerlukan lebih banyak protein untuk membantu pemulihan otot, sesuai kebutuhan tubuh dan aktivitasnya masing-masing.

2. Bone Broth Dianggap Bisa Menyembuhkan Penyakit

5 Manfaat Bone Broth atau Kaldu Tulang Sapi untuk MPASI AnakBone broth. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Bone broth atau kaldu tulang kerap dipromosikan di TikTok sebagai minuman dengan berbagai manfaat kesehatan. Kaldu ini dibuat dengan merebus tulang dan jaringan ikat sapi, ayam, atau babi dalam air.

Proses perebusan tersebut menghasilkan sejumlah nutrisi, termasuk kolagen, gelatin, kalsium, dan asam amino.

Namun, ahli gizi Natalie Allen mengatakan belum ada penelitian kuat yang membuktikan bone broth jauh lebih unggul dibandingkan kaldu biasa, selain kandungan proteinnya yang sedikit lebih tinggi.

Untuk meningkatkan nilai gizi sup, ia menyarankan penambahan kacang-kacangan dan aneka sayuran.

3. Mengonsumsi Bubuk Suplemen Sebelum Olahraga Tanpa Air

'Dry Scooping', Tren Makan Protein Bubuk yang Berbahaya di TikTok'Dry Scooping', Tren Makan Protein Bubuk yang Berbahaya di TikTok Foto: TikTok/Fox

Tren dry scooping di TikTok, dilakukan dengan menelan bubuk suplemen sebelum olahraga secara langsung tanpa mencampurnya dengan air.

Padahal, suplemen tersebut biasanya mengandung kafein atau zat stimulan lain untuk meningkatkan energi sebelum berolahraga.

Menurut Cassandra Padula Burke, kebiasaan ini berbahaya karena bubuk yang ditelan langsung berisiko menyebabkan tersedak, berapa pun jumlahnya.

Selain itu, kandungan kafein atau stimulan dalam dosis tinggi dapat memicu peningkatan detak jantung dan gangguan pencernaan.

Karena itu, konsumsi suplemen sebaiknya mengikuti petunjuk penggunaan, bukan sekadar meniru tren media sosial.

4. Tidak Boleh Makan Setelah Pukul 19.00

Tidak Makan Malam Bikin Cepat Kurus? Begini Kata Ahli GiziTidak Makan Malam Bikin Cepat Kurus? Begini Kata Ahli Gizi Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic

Salah satu tren TikTok menyebutkan bahwa makan setelah pukul 19.00 atau di atas jam 7 malam dapat menyebabkan berat badan naik dan perut kembung karena sistem pencernaan berhenti bekerja.

Cassandra Padula Burke menegaskan bahwa anggapan tersebut keliru. Sistem pencernaan manusia tetap bekerja selama 24 jam dan tidak berhenti pada waktu tertentu.

Meski demikian, makan terlalu dekat dengan waktu tidur memang dapat memicu naiknya asam lambung.

Menghindari kebiasaan ngemil berlebihan pada malam hari juga bisa bermanfaat, tetapi bukan berarti semua orang wajib berhenti makan pukul 19.00.

5. Minum Hampir 4 Liter Air Setiap Hari

Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif? Foto: Getty Images/KTStock


Tren lainnya menganjurkan konsumsi satu galon air atau sekitar 3,8 liter setiap hari. Padahal, kebutuhan cairan seseorang dipengaruhi ukuran tubuh, aktivitas, lingkungan, dan kondisi kesehatan.

Ahli gizi Sarah Alsing menyarankan memperhatikan warna urine. Warna kuning pucat umumnya menandakan hidrasi cukup, sedangkan warna lebih gelap dapat menunjukkan kekurangan cairan.

Natalie Allen juga mengingatkan bahwa minum air berlebihan berisiko menyebabkan hiponatremia, yaitu rendahnya kadar natrium dalam darah.

Sebagai panduan umum, ia menyarankan 8-10 gelas air sehari, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Catatan dari Ahli Gizi soal Temuan Sayur Basi di Makan Bergizi Gratis"
[Gambas:Video 20detik] (sob/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads