×
Ad

Bukan untuk Diet Ekstrem, Begini Kata Ahli soal Diet Minum Kaldu Tulang

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Rabu, 30 Sep 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Konsumsi kaldu tulang disebut bagus untuk kesehatan usus dan sendi. Lalu, bagaimana dengan tren diet kaldu tulang yang berpotensi bantu turunkan berat badan?

Dikutip dari Women's Health, Senin (28/9/2026), konsumsi kaldu tulang kerap dianggap memiliki segudang manfaat bagi kesehatan.

Menurut Cleveland Clinic, minuman sekaligus sup ini dapat meningkatkan kesehatan usus, meredakan nyeri sendi, serta menjaga kekuatan otot dan tulang.

Selain itu, mengasup rutin kaldu tulang disebut berpotensi membantu penurunan berat badan. Sampai akhirnya muncul ide soal diet kaldu tulang atau bone broth diet.

Ahli gizi Rebecca Russell, RD, pendiri The Social Nutritionist, menjelaskan bahwa kaldu tulang adalah sup bening yang dibuat dari tulang unggas atau sapi yang direbus perlahan dalam waktu lama.

Proses selama 6 hingga 24 jam itu membuat jaringan ikat dan sumsum di dalam tulang terurai serta larut ke dalam air. Hasilnya, terbentuk kaldu yang secara alami kaya akan kolagen, mineral, dan asam amino.

Kaldu ini bisa langsung diminum atau ditambahkan ke berbagai olahan, mulai dari sup, semur, dan saus, hingga smoothie. Kaldu tulang pun mudah dipadukan dengan menu harian.

Meski diklaim menawarkan banyak manfaat kesehatan, diet kaldu tulang belum tentu cocok untuk semua orang.

Manfaat Kaldu Tulang Foto: Getty Images/iStockphoto

Selain itu, diet ini memiliki beberapa variasi. Salah satu yang paling populer adalah pola diet rendah karbohidrat selama 21 hari. Dijelaskan ahli gizi Dani Rancourt, pola tersebut berfokus pada tiga elemen utama, yaitu puasa intermiten (intermittent fasting), konsumsi kaldu tulang, dan makanan anti-inflamasi.

Saat jalani diet kaldu tulang dengan paduan intermittent fasting, pelakunya disarankan minum kaldu tulang 6 kali dalam ukuran sekitar 240 ml. Kemudian dikombinasikan dengan asupan protein hewani, sayuran nonpati, dan sumber lemak sehat.

Untuk larangannya, pelaku diet kaldu tulang sebaiknya menghindari sumber bijian, roti, kacang-kacangan, produk olahan susu, gula olahan, minuman manis, hingga semua makanan olahan.

Lantas apakah diet kaldu tulang dengan paduan intermittent fasting selama 21 hari ini efektif menurunkan berat badan? Jawabannya ya dan tidak.

Sebab tidak ada penelitian ilmiah mengenai hasil penurunan berat badan yang nyata saat menjalani diet kaldu tulang. Namun, pembatasan kalori merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan penurunan berat badan

Jikapun ada penurunan berat badan, Russell mengungkap, kemungkinan hal ini hanya bersifat sementara. Berat badan kemungkinan besar akan kembali naik karena nafsu makan akhirnya berlebihan setelah periode diet 21 hari selesai.

"Kondisi ini dapat memicu siklus diet 'yoyo' yang merugikan metabolisme, menyebabkan kenaikan berat badan serta gangguan kesehatan usus, dan bahkan meningkatkan risiko penyakit kronis," katanya.

Meski begitu, asupan kaldu tulang tetap bermanfaat untuk kesehatan. Di dalamnya terkandung kolagen alami, mineral, dan asam amino.

Ahli gizi Russell lebih menyarankan kaldu tulang sebagai bagian dari asupan pola makan bergizi seimbang yang dijalani sehari-hari, alih-alih menjadikannya asupan utama diet.



Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"

(yms/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork