Setelah lebih dari 30 tahun berjualan, seorang pemilik kedai omelet tiram putuskan pensiun. Ia mencari penerus untuk mengelola warung makannya.
Kuliner kaki lima menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Singapura. Banyak kedai kecil bertahan selama puluhan tahun berkat cita rasa khas menunya yang digemari pelanggan.
Namun, perjalanan panjang sebuah usaha kuliner tidak selalu berakhir dengan cara yang sama. Faktor usia dan kondisi fisik pemilik bisa membuat sebuah kedai harus mencari cara untuk meneruskan usahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Asia One (28/9/2026), sebuah kedai makanan atau hawker di Singapura kembali menghadapi kabar pensiun dari pemiliknya. Kali ini, pasangan suami istri di Hougang mencari penerus usaha kuliner mereka.
Sebuah kedai oyster omelette yang sudah berusia 30 tahun berencana tutup akhir tahun 2026. Foto: Asia One |
Setelah lebih dari 30 tahun memasak, pasangan ini berencana berhenti bekerja pada akhir 2026. Mereka berharap ada orang yang bersedia melanjutkan usaha sekaligus resep andalannya.
Warung tersebut dikenal sebagai Hougang Oyster Omelette & Fried Kway Teow. Lokasinya berada di 435A Hougang Ave 8, Singapura.
Pemiliknya adalah Ong Lim Chong dan istrinya, Lim Suan Eng. Lim Chong kini berusia 70 tahun dan telah menghabiskan puluhan tahun di depan tungku.
Pasangan ini mengandalkan dua menu utama yang cukup populer. Lim Chong memasak oyster omelette, sedangkan istrinya bertanggung jawab membuat char kway teow.
Setiap hari, mereka dapat menjual sekitar 200 porsi makanan. Jumlah tersebut menunjukkan masih tingginya minat pelanggan terhadap masakan mereka.
Pemiliknya mengaku sudah cukup untuk berjualan selama 30 tahun terakhir dan kini mencari penerusnya. Foto: Asia One |
Warung mereka bahkan mendapat banyak ulasan positif di Google. Nilainya mencapai 4,3 dari 5 berdasarkan lebih dari 1.000 ulasan.
Foto yang dibagikan pelanggan juga memperlihatkan antrean panjang. Beberapa pelanggan bahkan sudah menunggu sebelum warung mulai beroperasi.
Namun, usaha tersebut kini membutuhkan penerus. Anak-anak pasangan ini telah dewasa, tetapi tidak berminat mengambil alih bisnis keluarga.
Selama menjalankan usaha, hubungan pasangan ini dengan pelanggan juga semakin dekat. Sebagian pelanggan bahkan sudah dianggap sebagai teman.
Ternyata bukan sekadar istirahat, pasutri ini juga punya alasan khusus untuk pensiun. Setelah pensiun, keduanya ingin menggunakan waktu untuk menjelajahi dunia karena sudah 10 tahun terkahir tak pernah bepergian ke luar negeri.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN