Bikin Cemas atau Tenang? Ini yang Terjadi Saat Asupan Kopi Dikurangi

Ngopi Yuk!

Bikin Cemas atau Tenang? Ini yang Terjadi Saat Asupan Kopi Dikurangi

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 30 Sep 2026 07:00 WIB
minum kopi
Foto: iStock
Jakarta -

Minum kopi dianggap bisa meningkatkan suasana hati. Namun, bagaimana efeknya jika asupan kopi perlahan dikurangi? Berikut penjelasan ahli!

Kafein, termasuk kafein dalam kopi, berefek lebih dari sekadar meningkatkan energi atau membuat seseorang tetap terjaga. Kafein juga bisa memengaruhi seberapa tenang atau cemas perasaan seseorang, terutama jika kamu sensitif terhadapnya atau secara teratur mengonsumsi banyak kafein.

Selama ini, mengonsumsi kafein dianggap bisa memberikan efek peningkatan suasana hati. Namun, tampaknya manfaatnya tidak akan efektif jika kopi diminum terlalu banyak. Asupan kafein justru membuat seseorang merasa cemas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana jika asupan kafein dikurangi? Rupanya mengurangi konsumsi kafein pada akhirnya bisa membuat beberapa suasana hati orang lebih stabil.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari realsimple.com (20/9), berikut penjelasan cara kerjanya menurut ahli.

1. Efek jangka pendek pengurangan asupan kopi

Minum KopiDalam jangka pendek pengurangan kopi mungkin tidak akan langsung membuat seseorang merasa lebih tenang. Foto: iStock

Mengurangi asupan kopi tidak langsung membuat seseorang merasa lebih tenang. Beberapa hari pertama, asupan kopi dapat memperburuk suasana hati.

Bagi kebanyakan orang, gejala penarikan kafein mencapai puncaknya dalam 1-2 hari pertama setelah asupan kafein dihentikan. Ahli Lyndsay Hall, RD mengungkap, selama periode puncak penarikan ini, gejala seperti perubahan suasana hati akan lebih mungkin terjadi. Namun umumnya, suasana hati mulai membaik dalam satu atau dua minggu setelah penghentian kafein.

Seberapa besar efek penarikan kafein akan tergantung pada beberapa hal juga. Misalnya seberapa banyak kafein yang biasa dikonsumsi sebelumnya dan seberapa cepat kamu menguranginya. Selain itu, faktor sensitivitas individu juga akan memengaruhi.

2. Efek jangka panjang pengurangan asupan kopi

minum kopiNamun, dalam jangka panjang seseorang bisa merasakan kestabilan tingkat energi. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver

Sedangkan dalam jangka panjang, mengurangi kafein atau berhenti konsumsi kafein bisa memberikan perubahan positif, seperti berkurangnya kecemasan, tingkat energi lebih stabil, dan meningkatkan kewaspadaan setelah periode penghentian kopi awal berakhir.

"Setelah mengurangi atau menghilangkan kafein dalam jangka panjang, seseorang mungkin akan merasakan kestabilan tingkat energi sepanjang hari, karena mereka tidak lagi mengalami lonjakan energi sementara yang dipicu oleh kafein," jelas ahli Hall.

Kafein juga sebenarnya dapat mengganggu tidur dan menyebabkan insomnia sementara bagi beberapa orang. Penghentian asupan kopi bisa berkontribusi pada jam tidur yang lebih sehat dan teratur.

Namun, perlu diingat, potensi perubahan suasana hati ini bukan berarti semua orang akan merasa jauh lebih baik setelah minum kopi lebih sedikit atau tidak sama sekali. Sebab, kafein memengaruhi orang secara berbeda. Dalam jumlah sedang, dapat meningkatkan suasana hati bagi sebagian orang, dan bagi yang lain justru menyebabkan kecemasan.

3. Orang yang paling diuntungkan dari pengurangan kopi

Mengurangi kopi akan sangat bermanfaat pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu. Salah satunya adalah orang dengan tingkat kecemasan lebih tinggi. Kemungkinan besar, akan merasakan peningkatan suasana hati setelah mengurangi asupan kafein.
Sembunyikan kutipan teks

Ahli Hall mengungkap, "Ini karena kafein pada umumnya dapat meningkatkan kecemasan bagi banyak orang. Kafein untuk sementara memblokir reseptor otak tertentu yang mengakibatkan pelepasan norepinefrin, memicu respon lawan atau lari dari sistem saraf pusat."

Jika kamu ingin mencoba efeknya, bisa mulai dengan mengurangi asupan kafein secara bertahap. Proses bertahap ini dapat mempermudah transisi awal. Cobalah mengurangi ukuran porsi, mengubah ke kopi tanpa kafein, atau mengurangi satu minuman berkafein dalam satu waktu. Cara ini bisa memberi tubuh kesempatan untuk menyesuaikan diri.

Ahli Hall jugs menjelaskan jika asupan kafein 50 hingga 100 miligram per hari dapat membantu selama periode penghentian dan mencegah peningkatan gejala penarikan.

Pada akhirnya semua efeknya tergantung pada masing-masing individu, termasuk dosis pengurangan yang dilakukan dan sensitivitas seseorang terhadap kafein juga berperan di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads