5 Makanan Tinggi Protein yang Ternyata Juga Tinggi Lemak

5 Makanan Tinggi Protein yang Ternyata Juga Tinggi Lemak

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 18 Sep 2026 05:00 WIB
5 Daging Termahal di Dunia, Ada yang Harganya Bikin Melongo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Makanan tinggi protein sering diincar untuk membangun massa otot. Ternyata ada beberapa makanan tinggi protein yang juga tinggi lemak.

Sumber protein kerap menjadi pilihan utama saat seseorang ingin menjaga pola makan. Kandungan ini penting untuk tubuh, tetapi bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan.

Beberapa makanan bahkan menawarkan protein sekaligus lemak dalam jumlah cukup tinggi. Karena itu penting untuk mengenali komposisinya dan memperhatikan takaran porsinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak sedikit makanan yang dianggap sebagai sumber protein sehat ternyata juga menyumbang lemak cukup tinggi. Beberapa makanan ini sebaiknya dipertimbangkan konsumsinya.

Berikut 5 makanan tinggi protein yang juga tinggi lemak dilansir dari Verywell Health (15/9/2026):

Ilustrasi kejuKeju mengandung protein yang tinggi tetapi juga punya kandungan lemak yang tidak terlalu rendah. Foto: Getty Images/iStockphoto/Vladimir Mironov

1. Keju

Keju termasuk makanan yang sering dianggap sebagai sumber protein praktis. Namun, kandungan lemaknya juga cukup tinggi sehingga porsinya perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

Dalam satu ons atau sekitar 28 gram keju cheddar, terdapat sekitar 7 gram protein. Jumlah lemaknya justru mencapai sekitar 9 gram, menurut ahli gizi Lauren Manaker.

Artinya, keju tidak hanya menyumbang protein dalam makanan. Keju lebih tepat dijadikan pelengkap, misalnya sebagai topping atau tambahan dalam hidangan.

2. Selai Kacang

Selai kacang juga sering dipilih untuk menambah asupan protein. Bahan makanan ini memang mengandung protein, tetapi lemaknya ternyata jauh lebih tinggi.

Dua sendok makan selai kacang mengandung sekitar 8 gram protein. Pada porsi yang sama, kandungan lemaknya bisa mencapai sekitar 16 gram.

Selai kacang tetap bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang. Namun, konsumsinya sebaiknya diperhatikan, terutama jika asupan lemak dan kalori sedang dibatasi.

3. Daging Berlemak

Daging sering masuk daftar makanan tinggi protein karena kandungannya yang cukup besar. Namun, jenis dan potongan daging sangat menentukan jumlah lemak yang ikut dikonsumsi.

Bacon, ribeye, pork belly, dan daging sapi dengan banyak marbling termasuk contoh yang tinggi lemak. Menurut Manaker, bacon bahkan hampir setengah kalorinya berasal dari lemak.

Bukan berarti daging tersebut harus selalu dihindari. Makanan ini tetap dapat masuk pola makan seimbang selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.

Ilustrasi kacang-kacanganWalaupun baik untuk pilihan camilan sehat, kacang-kacangan perlu diwaspadai karena kandungan lemaknya. Foto: Pexels/David Disponett

4. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan dikenal sebagai sumber protein nabati yang praktis. Selain protein, makanan ini juga menyediakan lemak, serat, vitamin, dan mineral.

Sebanyak 28 gram kacang Brazil mengandung sekitar 4,05 gram protein dan 19 gram lemak. Sementara itu, 28 gram pecan memiliki sekitar 2,6 gram protein dan 20,4 gram lemak.

Sebab kandungan lemaknya dominan, kacang lebih cocok sebagai camilan atau topping. Kacang tetap bernilai gizi baik, tetapi tidak selalu menjadi sumber protein utama.

5. Telur

Telur termasuk makanan yang mudah ditemukan dan kerap diandalkan untuk memenuhi kebutuhan protein. Namun, kandungan lemak di dalamnya juga patut diperhitungkan.

Menurut ahli diet Dru Rosales, kandungan protein dan lemak pada telur relatif seimbang. Hal ini berbeda dari anggapan bahwa telur hanya menjadi sumber protein hewani.

Padahal telur termasuk salah satu sumber protein yang paling diandalkan pegiat diet sehat. Telur tetap bisa dikonsumsi, hanya saja takaran sajinya yang perlu disesuaikan.

Halaman 3 dari 2
(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads