Kesehatan pencernaan perlu dijaga karena fungsinya penting, seperti menyerap nutrisi hingga mengontrol kekebalan tubuh. Hindari 5 makanan yang bisa merusak sistem pencernaan ini.
Semua makanan yang dikonsumsi pasti akan melewati usus atau sistem pencernaan. Tidak heran jika apa pun yang dimakan bisa berdampak besar pada kesehatan usus.
Usus sendiri dipenuhi dengan tirliunan bakteri, virus, jamur, dan mikroba lainnya yang memakan makanan masuk ke dalam tubuh. Jika diberi makan dengan baik, hal ini bisa bermanfaat bagi kesehatan secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli gizi Alma Simmomns, RDN, LD, CDCES, mengungkap, "Mikrobioma usus sangat penting untuk kesejahteraan secara keseluruhan karena beberapa fungsinya, seperti perkembangan sistem kekebalan tubuh, metabolisme manusia, dan fungsi kognitif."
Sayangnya, tidak semua makanan baik untuk usus dan mikrobioma yang hidup di dalamnya. Usus yang tidak sehat bisa memengaruhi pencernaan, energi, dan kesehatan mental.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar sistem pencernaan berfungsi seoptimal mungkin, para ahli merekomendasikan untuk minum banyak air, berolahraga secara teratur, hingga memprioritaskan tidur.
Selain itu, penting juga membatasi makanan atau menghindari sejumlah makanan yang memang berbahaya untuk kesehatan usus.
Lantas, makanan apa saja yang perlu dihindari? Berikut daftarnya, seperti yang dirangkum dari situs goodhousekeeping.com (29/8).
1. Daging olahan
Daging olahan termasuk yang sebaiknya dihindari. Foto: ilustrasi/thinkstock |
Menurut penelitian terbaru yang diungkap situs Good Housekeeping, protein hewani, terutama daging olahan bisa menyebabkan penurunan bakteri dalam usus. Ketidakseimbangan ini dikaitkan dengan obesitas dan gangguan metabolisme lainnya, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular.
Studi yang disebutkan dalam situs ini juga menemukan bahan konsumsi daging merah bisa sangat buruk bagi usus karena mampu meningkatkan risiko kanker usus.
Daging ini menjadi berbahaya karena mengandung zat kimia pengawet dan lemak tinggi yang bisa merusak dinding usus serta menganggu keseimbangan bakteri baik di dalamnya.
2. Makanan ultra olahan
Makanan ultra olahan juga tidak baik kaena mengandung zat tambahan berbahaya. Foto: Istimewa |
Makanan ultra olahan atau ultra proses food merupakan produk yang telah melewati banyak tahapan pengolahan. Umumnya mengandung 5 atau lebih bahan tambahan, seperti pengawet, pemanis, pewarna, perisa, hingga tinggi akan gula, garam, serta lemak tidak sehat.
Zat tambahan di dalam makanan ultra olahan ini bisa menganggu mikrobioma dan menyebabkan peradangan serta meningkatkan risiko terkena penyakit radang usus.
Selain itu, makanan ultra olahan juga rendah serat. Sedangkan bakteri dalam usus membutuhkan serat sebagai makanan utama mereka.
3. Makanan tinggi gula tambahan
Makanan tinggi gula tambahan, seperti soda, kue, permen, es krim, mungkin memang enak. Tetapi konsumsinya perlu diperhatikan karena mengandung gula berlebihan. Tambahan gula tersebut memberi makan bakteri usus yang tidak sehat, bisa merusak keseimbangan mikrobiota, dan memicu peradangan pada saluran pencernaan.
Selain itu, asupan gula tambahan dalam jumlah tinggi juga bisa menurunkan produksi asam lemak rantai pendek yang dihasilkan oleh bakteri baik untuk melindungi usus.
4. Makanan yang digoreng
Makanan yang digoreng memang enak, tetapi bukan pilihan baik untuk usus. Foto: Getty Images |
Makanan yang digoreng juga tak kalah jadi favorit banyak orang. Rasa gurih dan tekstur renyah dapat memuaskan lidah. Misalnya, kentang goreng, ayam goreng, hingga camilan ringan lainnya.
Sayangnya, jenis makanan ini tidak baik untuk kesehatan pencernaan karena tinggi lemak tak sehat atau lemak jenuh dan rendah serat.
Kandungan lemak tinggi ini menyebabkan lambung sulit mencernanya, memicu perut kembung dan rasa begah. Lemak jenuh dan minyak berlebihan juga bisa menekan pertumbuhan bakteri baik dalam usus hingga memicu peradangan.
5. Pemanis buatan
Beberapa makanan atau minuman kerap ditambah dengan pemanis buatan, seperti aspartam, asesulfam-K, sukralosa, dan sakarin. Sayangnya, menurut Ahli Simmons, jumlah pemanis buatan yang tinggi dapat menganggu mikrobiota usus, berpotensi menyebabkan intoleransi glukosa dan masalah metabolisme.
Pada beberapa orang, pemanis buatan pengganti gula ini juga bisa bertindak sebagai pencahar yang tidak baik. Perubahan mirkoba usus akibat pemanis buatan ini juga bisa menurunkan kemampuan tubuh mengelola kadar gula darah setelah makan.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN