Jangan Asal Minum Cuka Apel, Ini Aturan yang Perlu Diketahui

Jangan Asal Minum Cuka Apel, Ini Aturan yang Perlu Diketahui

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Sabtu, 22 Agu 2026 11:00 WIB
Cuka apel
Foto: iStock
Jakarta -

Banyak orang minum cuka apel saat ingin menurunkan berat badan hingga menjaga kadar gula darah. Namun, jangan sembarangan karena ada aturan minum cuka apel.

Dilansir dari Food NDTV (16/8), cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) belakangan makin populer sebagai minuman kesehatan. Ada yang minum satu sloki di pagi hari, menyeruputnya sebelum makan, hingga hanya memakainya sebagai campuran salad.

Cuka apel mengandung asam asetat, senyawa yang terbentuk selama proses fermentasi. Asam asetat inilah yang jadi alasan di balik berbagai efek yang selama ini diteliti para ahli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu area yang paling banyak dikaji adalah pengaruhnya terhadap gula darah. Dalam sebuah studi crossover acak, peneliti nutrisi Carol Johnston dan timnya menemukan bahwa cuka apel yang dikonsumsi bersama makanan bisa membantu meredam lonjakan gula darah usai makan.

Cuka apelCuka apel Foto: iStock

Efeknya lebih terasa jika cuka diminum bersamaan dengan makan, bukan beberapa jam sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Temuan ini diperkuat oleh tinjauan sistematis dan meta-analisis tahun 2017 yang dilakukan Farideh Shishehbor, Anahita Mansoori, dan Fatemeh Shirani.

Hasilnya, minum cuka apel terbukti bisa menurunkan respons gula darah dan insulin usai makan. Jadi kalau tujuan minum cuka apel adalah untuk membantu kontrol gula darah, waktu konsumsinya ternyata sangat penting.

Apakah Minum Cuka Apel Bikin Kurus?

Ilustrasi cuka apelIlustrasi cuka apel Foto: Getty Images/iStockphoto/Vitalii Marchenko

Klaim minum cuka apel bisa bikin badan langsing memang sering wara-wiri di media sosial. Riset soal ini memang ada, tapi perlu dilihat secara proporsional.

Sebuah studi tahun 2009 yang dipimpin peneliti asal Jepang, Tomoo Kondo, mengikuti 175 orang dewasa dengan obesitas selama 12 minggu.

Hasilnya, peserta yang rutin mengonsumsi cuka apel setiap hari mengalami penurunan berat badan, indeks massa tubuh (BMI), dan lemak tubuh yang tergolong ringan dibanding kelompok yang tidak mengonsumsinya.

Angka itu terdengar menjanjikan, tapi bukan berarti cuka apel bisa "membakar lemak" secara ajaib. Riset ini hanya menunjukkan bahwa cuka apel punya potensi peran kecil dalam manajemen berat badan, itu pun kalau dibarengi pola makan yang tepat.

Cuka Apel untuk Kesehatan Usus, Benar Efektif?

Salah satu klaim yang paling ramai dibahas adalah soal cuka apel bisa "memperbaiki" kesehatan usus. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar.

Penelitian awal memang menunjukkan konsumsi cuka apel bisa memengaruhi mikrobioma usus. Sejumlah studi pada hewan menemukan adanya perubahan jenis dan jumlah bakteri di usus usai konsumsi cuka apel.

Masalahnya, penelitian pada manusia masih sangat terbatas. Jadi klaim bahwa cuka apel bisa "menyembuhkan" atau "memperbaiki" mikrobioma usus masih terlalu dini untuk dipercaya begitu saja.

Kapan Waktu Terbaik Minum Cuka Apel?

Jangan Sembarangan! Konsumsi Cuka Apel Ada Waktu IdealnyaIlustrasi cuka apel. Foto: Getty Images/fcafotodigital

Kalau tujuannya untuk kontrol gula darah, riset menunjukkan sebaiknya cuka apel dikonsumsi bersamaan atau tak lama sebelum makan, terutama makanan yang mengandung karbohidrat.

Namun kalau tujuannya cuma sekadar rutin mengonsumsi cuka apel sebagai bagian dari pola makan sehari-hari, sebenarnya tidak ada waktu ideal yang perlu diikuti.

Takaran yang Disarankan

Cara paling aman untuk memulai adalah dengan melarutkan 1 sendok teh cuka apel ke dalam segelas besar air. Memang ada beberapa penelitian yang memakai dosis lebih tinggi, tapi bukan berarti kamu harus meniru dosis tertinggi yang dipakai dalam riset tersebut. Semakin banyak cuka apel yang diminum, bukan berarti manfaatnya makin besar.

Jangan Diminum Langsung Tanpa Diencerkan

Cuka apel bersifat asam. Kalau diminum langsung tanpa diencerkan, cairan ini bisa mengiritasi tenggorokan dan lama-lama merusak enamel gigi. American Dental Association (ADA) menyarankan agar kontak minuman asam dengan gigi dibatasi, tidak dikumur-kumur di dalam mulut, dan segera membilas mulut dengan air setelah minum.

Jadi, daripada nekat minum cuka apel dalam bentuk shot pekat, lebih baik encerkan dulu dengan air. Atau, kalau mau lebih aman, campurkan cuka apel ke dalam dressing salad, bahan marinasi, atau resep masakan favoritmu.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads