Jauh sebelum ada teknologi kulkas, manusia sudah punya berbagai cara cerdas untuk menjaga makanan agar tetap awet. Ini daftarnya!
Banyak cara untuk menyimpan makanan agar lebih awet dan tahan lama. Bahkan sampai saat ini banyak teknik kuno yang masih dipakai untuk mengawetkan makanan.
Dilansir dari Times of India (09/04)/2026, pada zaman dahulu kala, belum banyak teknologi atau alat canggih untuk mengawetkan makanan seperti sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sehingga orang-orang harus memutar otak agar makanan tak mudah basi dan hasil panen harus bertahan lama.
Dari berbagai belahan dunia, metode pengawetan makanan kuno ini berkembang sesuai lingkungan masing-masing. Beberapa bahkan masih eksis sampai sekarang. Berikut daftarnya:
Salah satu metode kuno menyimpan makanan ialah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari Foto: Dikhy Sasra |
1. Menjemur di bawah sinar matahari
Salah satu metode pengawetan makanan paling kuno adalah mengeringkan makanan di bawah sinar matahari. Cara ini bekerja dengan menghilangkan kadar air dari makanan sehingga bakteri dan jamur sulit berkembang.
Orang zaman dulu menjemur buah, biji-bijian, ikan, hingga daging di atap atau tikar. Di daerah panas, metode ini sangat efektif untuk memperpanjang masa simpan makanan.
2. Pengasinan
Garam dulu sangat berharga dan sering disebut sebagai emas putih. Fungsi garam tak hanya sebagai penyedap rasa, tapi juga untuk mengurangi kelembapan dari makanan sehingga mikroba tidak bisa hidup.
Metode ini penting bagi para pelaut, tentara, dan warga pesisir karena membuat makanan tahan lama. Teknik ini banyak digunakan untuk ikan, daging, dan sayuran.
3. Pengasapan
Metode pengasapan bukan hanya menambah rasa, tapi juga mengawetkan makanan. Biasanya orang-orang zaman dulu akan menaruh daging atau ikan yang digantung di atas api kecil sehingga terkena asap dan panas secara perlahan.
Zat kimia dalam asap membantu memperlambat pembusukan, sementara panas mengeringkan permukaan makanan. Banyak budaya tradisional di berbagai negara yang masih menggunakan teknik ini, karena membuat makanan lebih tahan lama dan beraroma sedap atau smokey.
4. Fermentasi
Fermentasi sering disebut sebagai penemuan tidak sengaja yang brilian. Dalam kondisi tertentu, bakteri dan ragi alami mengubah makanan menjadi lebih tahan lama.
Proses ini menghasilkan rasa asam khas pada makanan sekaligus meningkatkan nilai gizi. Contohnya adalah sauerkraut, yogurt, miso, dan kimchi.
5. Pengawetan dengan Cuka
Sejak berabad-abad lalu, cuka dan larutan garam sudah digunakan untuk mengawetkan makanan. Bahan makanan seperti sayur, buah, telur, atau ikan biasanya direndam dalam cairan asam seperti cuka.
Metode rendaman ini membuat bakteri berbahaya sulit berkembang. Hasilnya, makanan memiliki rasa asam segar dan tahan lama.
6. Pengawetan dengan Gula
Gula tidak hanya memberi rasa manis, tapi juga berfungsi sebagai pengawet. Saat buah dimasak dengan gula, cairan di dalamnya ditarik keluar sehingga mikroba sulit tumbuh.
Dari sinilah muncul makanan seperti selai, jeli, dan manisan. Metode ini membantu orang menikmati buah bahkan setelah musim panen berakhir.
Ada juga beberapa makanan yang dahulu disimpan di bawah tanah agar lebih awet. Foto: istimewa |
7. Penyimpanan Bawah Tanah
Sebelum ada listrik, manusia memanfaatkan tanah sebagai kulkas alami. Mereka menyimpan hasil panen di lubang, ruang bawah tanah, atau wadah yang ditanam.
Suhu yang stabil dan gelap membantu memperlambat pembusukan hasil panen. Cara ini umum digunakan untuk kentang, wortel, apel, dan umbi-umbian lainnya.
8. Pengawetan dengan Lemak
Teknik memasak seperti 'confit' awalnya digunakan untuk bertahan hidup. Daging dimasak perlahan lalu disimpan dalam lemaknya sendiri untuk mencegah kontak dengan udara.
Lemak berfungsi sebagai pelindung dari bakteri. Selain awet, tekstur daging jadi lebih empuk dan kaya rasa.
9. Menggunakan Abu, Tanah Liat, atau Daun
Orang dulu juga memanfaatkan bahan alami sebagai pelindung makanan. Abu, tanah liat, dan daun digunakan untuk membungkus atau melapisi bahan makanan.
Beberapa tanah liat bahkan bisa membuat lapisan kedap udara. Cara ini melindungi makanan dari serangga dan kelembapan.
10. Teknik Menyimpan Biji-bijian
Di mas lampau, biji-bijian dianggap sebagai sumber kehidupan, jadi penyimpanannya sangat diperhatikan. Orang zaman dulu menggunakan wadah tertutup, keranjang, hingga lumbung untuk melindunginya dari hama.
Mereka juga menambahkan bahan alami seperti daun kering atau abu. Cara ini memastikan persediaan makanan tetap aman untuk jangka panjang.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/sob)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN