Di balik kelezatannya, konsumsi makanan ini bisa menyebabkan efek samping serius bagi usus. Kandungannya bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma.
Kesehatan usus dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari. Asupan bebrapa jenis makanan ternyata bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma usus.
Jika dikonsumsi berlebihan, makanan tertentu dapat memicu peradangan dan mengurangi jumlah mikroba baik. Dampaknya bisa berpengaruh pada kesehatan pencernaan hingga tubuh secara keseluruhan.
Tak semua makanan memberi efek yang sama pada setiap orang. Namun, beberapa jenis makanan dan minuman berikut perlu diperhatikan, terutama jika sering dikonsumsi.
Dikutip dari Health.com (3/4) berikut daftar makanan yang bisa mengganggu kesehatan usus.
1. Daging Merah
Daging merah seperti sapi, kambing, dan babi mengandung L-karnitin. Senyawa ini dapat diubah mikroba usus menjadi TMAO, yang dikaitkan dengan pengerasan pembuluh darah dan risiko penyakit jantung.
Daging merah olahan seperti bacon, sosis, dan pepperoni juga perlu dibatasi. Konsumsinya dapat memengaruhi mikroba usus yang memicu peradangan dan meningkatkan risiko kanker kolorektal.
Karenanya, konsumsi daging merah sebaiknya tetap diperhatikan. Terutama daging olahan yang berpotensi memberi dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
2. Makanan Ultra-proses
Makanan ultra-proses dibuat secara industri dan umumnya minim bahan pangan utuh. Jenisnya sering tinggi lemak jenuh, gula tambahan, garam, serta zat aditif.
Contohnya minuman bersoda, makanan cepat saji, nugget ayam, hot dog, dan makanan manis. Konsumsi berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan obesitas.
Makanan ultra-proses juga dapat mengurangi jumlah dan keragaman mikroba baik di usus. Kondisi ini bisa memicu peradangan serta meningkatkan risiko obesitas, demensia, dan Alzheimer.
Simak Video " Ahli Gizi Anjurkan Konsumsi Daging Secara Bijak Saat Idul Adha "
(raf/adr)