Tak semua makanan aman disantap mentah atau setengah matang. Beberapa justru berisiko membawa bakteri penyebab keracunan makanan.
Konsumsi beberapa makanan perlu diperhatikan karena berisiko terkontaminasi bakteri dan menyebabkan penyakit. Terutama makanan yang disantap mentah atau kurang matang.
Pengacara Ron Simon punya pandangan soal makanan yang ia hindari. Selama puluhan tahun menangani kasus keracunan makanan, ia melihat pola dari berbagai wabah yang terjadi.
Menurut Simon, proses memasak berperan penting dalam membunuh bakteri dan virus penyebab penyakit. Karena itu ia memilih menghindari makanan yang berpotensi mengontaminasi bakteri.
Dikutip dari Newsweek (7/8), ini 5 jenis makanan yang sebaiknya tidak dimakan mentah:
1. Susu Mentah
Susu mentah dan produk susu tanpa pasteurisasi kerap dianggap lebih alami dan bernutrisi. Namun, klaim tersebut tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
Pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan susu sebentar untuk membunuh bakteri penyebab penyakit tanpa banyak mengubah kandungan nutrisinya. Proses ini dapat membasmi E. coli, Listeria, Campylobacter, dan Salmonella.
Menurut Simon, orang yang minum susu mentah lebih berisiko mengalami sakit akibat infeksi. Anak-anak termasuk kelompok yang paling rentan, bahkan beberapa infeksi bisa menyebabkan kerusakan ginjal permanen.
2. Tauge Mentah
Tauge mentah, termasuk kecambah alfalfa dan clover merupakan jenis makanan yang termasuk rentan memicu wabah penyakit akibat kontaminasi bakteri.
Kontaminasi biasanya sudah ada pada bijinya. Proses perkecambahan yang berlangsung di air hangat dan lembap selama beberapa hari membuat bakteri lebih mudah berkembang.
Simon menyebut tauge yang dimasak aman untuk dikonsumsi. Namun, ia memilih menghindari tauge mentah untuk mengurangi risiko paparan bakteri.