Pisang dan apel merupakan dua buah yang umum dikonsumsi. Keduanya sama-sama menawarkan manfaat sehat. Namun, mana yang lebih baik untuk kesehatan usus?
Buah-buahan adalah bagian penting dari diet sehat. Ketika mengonsumsi buah secara teratur, hal ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh.
Aneka buah menawarkan manfaat yang signifikan karena kandungan nutrisi di dalamnya. Misalnya pisang dan apel yang keduanya sering dinikmati karena tak hanya baik untuk tubuh tetapi juga enak.
Namun jika fokusmu untuk meningkatkan kesehatan usus, kedua jenis buah ini menawarkan manfaat yang berbeda. Ada lebih dari satu hal perlu dipertimbangkan ketika memilih antara dua buah ini.
Lantas, mana yang lebih baik untuk kesehatan usus? Dilansir dari delish.com (29/7), berikut jawabannya menurut ahli gizi!
1. Efek pisang untuk kesehatan usus
Pisang dikenal dengan kandungan kaliumnya. Namun, jika berbicara tentang kesehatan usus, serat dan pati di dalam pisang jauh lebih penting.
Pisang yang belum matang, dengan tekstur masih keras dan ada sedikit warna hijau di ujungnya biasa mengandung lebih banyak pati resisten. Pati resisten ini tahan terhadap pencernaan di usus kecil dan sebagian besar sampai ke usus besar dalam keadaan utuh.
Begitu pati resisten sampai ke usus besar, mikroba di usus dapat memfermentasinya. Hal ini penting karena pati resisten bertindak seperti prebiotik, arinya membantu memberi makan bakteri baik yang hidup di usus.
Namun, ketika pisang matang, sebagian pati resisten berubah menjadi gula sederhana. Itulah mengapa pisang berbintik-bintik dan rasanya sangat manis.
Jika memang tujuannya ingin mendapat prebiotik alami, sebaiknya pilih pisang yang masih hijau atau belum matang.
2. Efek apel untuk kesehatan usus
Di sisi lain, apel memiliki kombinasi serat dan senyawa tumbuhan yang dapat berinteraksi dengan mikroba usus saat bergerak melalui sistem pencernaan.
Sebagian besar manfaatnya berasal dari pektin, sejenis serat larut yang ditemukan dalam apel. Pektin difermentasi oleh mikroba usus. Itulah alasan mengapa buah ini sering disebut ramah bagi usus.
Mengonsumsi seluruh buah sangat penting. Dalam artian, apel yang dimakan bukan daging buahnya saja, tetapi juga kulitnya.
Apel juga mengandung polifeol, senyawa tumbuhan yang tidak sepenuhnya diserap pada tahap awal pencernaan. Beberapa senyawa tersebut ketika mencapai usus besar, mikroba usus membantu mnengubahnya menjadi senyawa baru.
(aqr/adr)