Pola makan dan gaya hidup adalah dua faktor yang sering dikaitkan dengan umur panjang. Selain itu, pilihan minuman sehari-hari juga dipercaya berperan menjaga kesehatan hingga bikin panjang umur.
Peneliti sekaligus pendiri konsep Blue Zones, Dan Buettner, mengamati kebiasaan makan orang-orang di wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi, seperti Okinawa di Jepang, Sardinia di Italia, hingga Nicoya di Kosta Rika.
Ia menemukan beberapa minuman yang rutin dikonsumsi selama puluhan tahun oleh penduduk setempat.
Meski hubungan tersebut bersifat korelasi dan bukan penyebab langsung, sejumlah penelitian juga menunjukkan manfaat minuman ini dalam mendukung kesehatan dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Dilansir dari OC Chiro (14/07/2026), berikut lima minuman yang paling banyak dikonsumsi orang-orang panjang umur.
1. Teh hijau
Teh hijau menjadi minuman yang paling sering dikonsumsi masyarakat Okinawa, Jepang. Menurut Dan Buettner, banyak penduduk setempat menikmati teh hijau sedikit demi sedikit sepanjang hari.
Minuman ini mengandung antioksidan tinggi, terutama katekin dan flavanol, yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan kafein serta asam amino L-theanine juga dikaitkan dengan fungsi otak yang lebih baik, termasuk meningkatkan fokus dan daya ingat.
Sejumlah penelitian turut menunjukkan konsumsi teh hijau berkaitan dengan kesehatan jantung yang lebih baik, kadar gula darah lebih stabil, hingga membantu menjaga kekuatan tulang dan kesehatan saluran pencernaan.
2. Teh hitam
Selain teh hijau, teh hitam juga menjadi minuman yang rutin dikonsumsi di beberapa wilayah Blue Zones. Meski melalui proses oksidasi yang berbeda, teh hitam tetap mengandung flavanol, polifenol, L-theanine, dan kafein yang bermanfaat bagi tubuh.
Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi teh hitam berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, hingga beberapa jenis kanker.
Bahkan, manfaatnya terhadap kesehatan usus dinilai lebih baik dibandingkan teh hijau karena membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di saluran cerna. Rasanya yang lebih kuat juga membuat teh hitam mudah dinikmati tanpa tambahan gula.
3. Kopi hitam
Kopi hitam juga menjadi bagian dari kebiasaan minum masyarakat berumur panjang di Sardinia, Italia, maupun Ikaria, Yunani. Dan Buettner menjelaskan bahwa masyarakat Ikaria mengolah kopi dengan cara digiling sangat halus lalu direbus seperti kopi Turki.
"Proses ini kemungkinan melepaskan antioksidan tambahan yang memberi manfaat lebih," ujarnya. Selain kaya antioksidan, kopi mengandung vitamin B5, magnesium, kalium, mangan, dan niasin.
Konsumsi kopi dalam jumlah wajar dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, depresi, penyakit hati, beberapa penyakit saraf, hingga jenis kanker tertentu. Namun, kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula berlebih.
Simak Video "Melawan Dampak Buruk Polusi Udara dengan Teh Hijau"
(sob/adr)