5 Sayuran yang Sebaiknya Dibeli Segar, Bukan Versi Kalengan

5 Sayuran yang Sebaiknya Dibeli Segar, Bukan Versi Kalengan

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 07 Agu 2026 05:00 WIB
Jagung manis untuk sup jagung manis
Foto: iStock
Jakarta -

Beberapa jenis sayuran lebih baik dibeli segar daripada versi kalengan. Mulai dari bayam, brokoli, paprika, jamur, hingga jagung manis, ini alasannya.

Sayuran kalengan memang praktis dan tahan lama. Namun, beberapa jenis sayuran lebih baik dibeli dalam kondisi segar agar rasa, tekstur, dan nutrisinya tetap optimal.

Proses pengalengan dapat mengubah tekstur sayuran menjadi lebih lembek. Pada beberapa produk, kandungan natriumnya juga cenderung lebih tinggi dibanding sayuran segar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahli gizi pun menyarankan memilih sayuran segar untuk jenis tertentu. Dikutip dari Eating Well (23/7) berikut 5 sayuran yang sebaiknya tidak dibeli dalam versi kalengan.

1. Bayam

ADVERTISEMENT
BayamBayam segar lebih fleksibel diolah dibanding bayam kalengan. Foto: Getty Images/PoppyB

Bayam segar lebih fleksibel diolah dibanding bayam kalengan. Bisa dinikmati sebagai salad, isian roti, atau dimasak menjadi sup, tumisan, hingga omelet.

"Bayam adalah salah satu sayuran paling serbaguna," ujar ahli gizi Theresa Link. Menurutnya, bayam segar mudah diolah, sedangkan bayam kalengan cenderung lembek.

Meski sama-sama mengandung serat, vitamin, dan mineral, bayam kalengan umumnya lebih tinggi natrium. Theresa Link menyarankan memilih produk rendah atau tanpa tambahan garam jika membeli versi kalengan.

2. Brokoli

Brokoli segar lebih disarankan dibanding brokoli kalengan karena teksturnya lebih baik. Saat dipanggang, kuntumnya renyah sementara batangnya tetap empuk dan sedikit garing.

"Brokoli segar menawarkan tekstur yang jauh lebih baik daripada brokoli kalengan," ujar Theresa Link. Menurutnya, brokoli segar juga lebih fleksibel untuk berbagai olahan.

Brokoli dikenal kaya serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Memilih brokoli segar membantu menjaga kualitas rasa dan tekstur sayuran saat dikonsumsi.

3. Paprika

Paprika merah dan hijauPaprika sebaiknya dibeli dalam kondisi segar agar tekstur renyah dan nutrisinya tetap terjaga. Foto: Getty Images/iStockphoto/domdeen

Paprika sebaiknya dibeli dalam kondisi segar agar tekstur renyah dan nutrisinya tetap terjaga. Sayuran ini juga cocok dijadikan camilan, salad, hingga isian sandwich.

"Paparan panas, meski sebentar, dapat melunakkan teksturnya, sementara proses pengalengan semakin mengurangi kerenyahan dan rasa segarnya," ujar ahli gizi Remedios.

Paprika segar juga merupakan sumber vitamin C yang sangat baik. Karenanya, memilih paprika segar dapat membantu mempertahankan kandungan nutrisi sekaligus cita rasa alaminya.

4. Jamur

Jamur segar lebih direkomendasikan dibanding jamur kalengan karena menghasilkan aroma dan rasa gurih yang lebih kuat saat dimasak. Teksturnya juga lebih padat sehingga cocok untuk berbagai hidangan.

"Jamur menjadi salah satu sayuran yang paling layak dibeli dalam kondisi segar," ujar ahli gizi Remedios.

Menurutnya, jamur segar mudah menyerap bumbu dan membentuk permukaan karamel saat ditumis atau dipanggang.

Jamur kalengan umumnya sudah dimasak dan disimpan dalam cairan sehingga teksturnya lebih lembek.

5. Jagung Manis

mitos mengonsumsi jagung manisJagung manis lebih nikmat dibeli segar karena rasa manis alaminya masih terjaga. Foto: Getty Images/iStockphoto

Jagung manis lebih nikmat dibeli segar karena rasa manis alaminya masih terjaga. Teksturnya juga lebih renyah sehingga cocok direbus, dibakar, atau dijadikan campuran sup dan salad.

Menurutnya, proses pengalengan dapat mengurangi kerenyahan dan membuat rasanya kurang segar.

Jagung segar mengandung serat, vitamin B, dan antioksidan seperti lutein serta zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata.

Sementara jagung kalengan umumnya mengandung tambahan natrium, sehingga sebaiknya pilih jagung segar jika tersedia.

Halaman 2 dari 3
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads