Banyak orang menambahkan garam ke kopi untuk mengurangi rasa pahit. Ternyata ada penjelasan ilmiah di balik kebiasaan ini. Ini kata ahli!
Rasa pahit menjadi karakter yang melekat pada secangkir kopi. Namun, banyak orang mencari cara untuk membuat rasanya lebih seimbang dan mudah dinikmati.
Salah satu cara yang cukup populer adalah menambahkan sedikit garam ke dalam kopi. Kebiasaan ini ternyata sudah dilakukan di berbagai negara sejak lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana garam bisa memengaruhi cita rasa kopi? Sejumlah ahli kopi dan peneliti menjelaskan sains di balik praktik yang kembali ramai diperbincangkan ini.
Dikutip dari Perfect Grind (8/3/21) berikut penjelasan ahli:
1. Praktik Menambahkan Garam ke Kopi Sudah Lama
Ilustrasi garam. Foto: Food NDTV |
Menambahkan garam ke kopi bukan sekadar tren media sosial. Kebiasaan ini sudah lama ditemukan di berbagai budaya di dunia.
Di Turki, kopi asin menjadi bagian dari tradisi sebelum pernikahan. Sementara di Taiwan, sea salt coffee dengan busa susu asin menjadi minuman favorit banyak orang.
Sara Marquart, mantan Head of Flavour The Coffee Excellence Center sekaligus Co-Founder dan CTO Planet A Foods, mengatakan, "Menambahkan garam merupakan cara efektif menyeimbangkan profil rasa kopi yang pahit."
2. Rasa Pahit Kopi Tidak Hanya Berasal dari Kafein
Banyak orang mengira kafein menjadi sumber utama rasa pahit kopi, padahal sebagian besar rasa pahit muncul dari senyawa hasil proses sangrai.
Saat biji kopi disangrai, asam klorogenat akan terurai dan membentuk chlorogenic acid lactones serta phenylindanes. Senyawa inilah yang memicu sensasi pahit.
"Semakin gelap tingkat sangrai kopi, semakin banyak senyawa pahit yang terbentuk," jelas Sara Marquart. Karena itu kopi dark roast cenderung terasa lebih pahit.
3. Garam Mengubah Cara Lidah Merasakan Rasa Pahit
Kopi campur garam Foto: Getty Images/iStockphoto |
Secara ilmiah, garam bekerja langsung pada reseptor rasa di lidah. Efeknya bukan menghilangkan senyawa pahit, tetapi mengurangi persepsi otak terhadap rasa tersebut.
Menurut Sara Marquart, ion natrium dalam garam akan mengaktifkan reseptor rasa asin. Pada saat yang sama, sinyal rasa pahit menjadi lebih lemah.
"Ketika reseptor pahit dan asin aktif bersamaan, rasa pahit akan ditekan dan rasa manis menjadi lebih menonjol," ujar Sara. Inilah alasan kopi terasa lebih seimbang.
4. Takaran Garam yang Tepat Jadi Kunci
Meski terdengar sederhana, menambahkan garam ke kopi tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak garam justru dapat merusak cita rasa minuman.
David Jameson, Founder Danelaw Specialty Coffee dan mantan Head of Coffee and Sustainability Bewley's Tea and Coffee, menyarankan penggunaan garam secara bertahap.
"Seduh kopinya terlebih dahulu, lalu tambahkan sedikit demi sedikit hingga mendapatkan profil rasa yang diinginkan," kata David. Cara ini dianggap lebih mudah mengontrol dosis.
5. Tidak Semua Kopi Cocok Ditambahkan Garam
Kopi campur garam Foto: Getty Images/iStockphoto |
Menurut para ahli, garam lebih cocok digunakan pada kopi berkualitas rendah atau kopi yang terlalu pahit akibat sangrai gelap dan ekstraksi berlebih.
Pada kopi spesialti berkualitas tinggi, garam justru berisiko menutupi karakter rasa yang kompleks. Nuansa buah, floral, atau keasaman halus bisa menjadi kurang terasa.
David Jameson menegaskan, "Jika tujuan Anda memperbaiki rasa kopi yang kurang enak, garam bisa membantu. Namun cara terbaik tetap menggunakan biji kopi berkualitas baik," katanya. Karena itu penggunaan garam sebaiknya disesuaikan dengan jenis kopi yang diminum.
Baca juga: 5 Racikan Kopi yang Bagus Diminum Saat Diet |
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN