×
Ad

5 Mitos Terkait Nutrisi Pada Wanita Ini Sebaiknya Tak Perlu Dipercaya

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 03 Mei 2026 05:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Banyak mitos beredar terkait pola makan dengan kesehatan wanita. Namun, mitos-mitos tersebut tidak perlu sepenuhnya dipercaya karena faktanya seperti ini.

Terdapat banyak sekali informasi beredar terkait mitos makanan atau kebiasaan yang memperburuk kesehatan wanita. Di media sosial juga banyak beredar informasi tentang diet, penurunan berat badan, dan lain sebagainya yang menarik perhatian kaum wanita.

Para wanita mungkin cenderung mempercayainya, tetapi sebaiknya informasi, termasuk mitos-mitos kesehatan tersebut tidak sepenuhnya dipercaya. Karena pada dasarnya, tubuh wanita tetap membutuhkan campuran nutrisi, termasuk vitamin, mineral, karbohidrat, protein, dan lemak agak berfungsi dengan baik.

Oleh karena itu mitos terkait menghindari jenis nutrisi tertentu bukanlah hal yang seharusnya dipercaya begitu saja.

Dilansir dari everydayhealth.com (28/4), berikut 5 mitos terkait makanan atau asupan nutrisi pada wanita yang sebaiknya jangan dipercaya.

1. Mitos terkait karbohidrat adalah musuh wanita

Mengonsumsi karbohidrat sering dianggap musuh. Padahal karbohidrat tetap dibutuhkan asalkan memilih yang lebih sehat dan porsinya dibatasi. Foto: iStock

Banyak mitos mengatakan jika karbohidrat merupakan musuh bagi wanita, terutama bagi mereka yang sedang diet. Asupan nutrisi ini dianggap sebagai pemicu kenaikan berat badan dan masalah kulit. Tetapi sebenarnya karbohidrat tidak selalu buruk bagi kesehatan karena merupakan sumber energi utama dalam tubuh.

Ahli Sharniqua White, RDN mengungkap, "Alih-alih menghilangkan karbohidrat, alihkan fokus Anda pada kualitas karbohidrat."

Terdapat tiga jenis karbohidrat utama, dan satu di antaranya perlu dibatasi secara ketat dalam diet. Berupa gula sederhana yang biasa ditemukan dalam permen, jus buah, soda, dan roti tawar. Sedangkan karbohidrat pati dan serat sebenarnya penting untuk menunjang kesehatan tubuh.

2. Mitos semua makanan olahan tidak baik untuk kesehatan

Buah berry yang dibekukan juga sebenernya tergolong makanan olahan yang baik dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto

Mitos juga menyebut jika makanan olahan atau ultra processed food juga tidak baik untuk kesehatan.

Memang benar makanan olahan tidak baik dikonsumsi karena berisiko meningkatkan beberapa jenis pertumbuhan pra-kanker kolerektal yang muncul lebih dini pada wanita. Namun, tidak semua makanan olahan seperti itu.

Beberapa buah dan sayuran yang sudah dipotong dan dibekukan juga termasuk makanan olahan. Makanan ini justru menghemat waktu dan memberikan nutrisi baik.

Ahli Rossane Rust mengungkap jika makanan olahan lainnya, seperti sereal sarapan dan roti gandum juga bisa mengisi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan wanita.




(aqr/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork