Menonton video makanan seperti burger, cokelat, atau kue sering dianggap sebagai "godaan" bagi mereka yang sedang diet. Namun, temuan terbaru justru menunjukkan hal sebaliknya. Ini penjelasannya.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Bristol di Inggris dan University at Buffalo di Amerika Serikat mengungkap bahwa paparan visual terhadap makanan justru bisa membantu sebagian orang menahan keinginan makan berlebih.
Dilansir dari Fox News (01/05/2025), dalam studi yang dipublikasikan pada Maret di jurnal Computers in Human Behavior, peneliti melibatkan 840 partisipan berusia 19 hingga 77 tahun.
Hasilnya cukup mengejutkan. Peserta yang sedang menjalani diet cenderung menghabiskan waktu sekitar 30% lebih lama untuk menonton konten video tentang makanan tinggi kalori dibandingkan mereka yang tidak diet. Meski begitu, saat diberi kesempatan untuk mengonsumsi makanan tersebut, kelompok pelaku diet justru makan lebih sedikit.
Peneliti utama, Dr. Esther Kang dari University of Bristol, menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan dengan konsep "cross-modal satiation".
"Temuan kami menunjukkan bahwa individu yang sedang mengontrol pola makan dapat menggunakan konten visual makanan sebagai alat pengaturan diri." ujarnya.
Menurut Kang, melihat makanan secara visual dapat memberikan efek puas atau kenyang sementara, sehingga mengurangi dorongan untuk benar-benar mengonsumsinya.
Motivasi penelitian ini berangkat dari maraknya konten makanan di media sosial seperti mukbang, ASMR, vlog kulineran yang selama ini diasumsikan mendorong perilaku makan berlebihan. Namun, hasil studi ini menunjukkan bahwa efeknya tidak selalu negatif.
"Dalam kehidupan sehari-hari, paparan singkat menonton video makanan bisa membantu sebagian orang mengelola keinginan makan yang berlebihan," ujar Kang.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa hasil ini masih terbatas pada pengamatan jangka pendek dalam kondisi terkontrol. Efek jangka panjangnya terhadap keberhasilan diet belum dapat dipastikan.
Hal serupa juga disampaikan oleh Lori Bohn, praktisi kesehatan mental dari California.
"Motivasi sangat berperan dalam kesuksesan diet seseorang. Jika seseorang memang berniat diet, mereka bisa memanfaatkan rangsangan visual ini sebagai alat kontrol."
Namun, Bohn juga mengingatkan bahwa tidak semua orang akan merasakan manfaat yang sama. Bagi individu dengan kecenderungan makan impulsif atau binge eating, menonton video makanan justru bisa memperparah keinginan makan.
Oleh karena itu, pendekatan ini tetap perlu diimbangi dengan pola makan seimbang dan kesadaran terhadap pemicu emosional.
Simak Video " Ahli Gizi Beri Aturan Konsumsi Gula Per Harinya untuk Cegah Diabetes"
(sob/sob)