×
Ad

Jagung Manis Ternyata Sehat! Ini 5 Mitos yang Harus Ditinggalkan

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 23 Apr 2026 06:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Jagung manis banyak disukai karena rasanya enak dan punya tekstur renyah khas. Namun jenis jagung ini juga sering dihindari lantaran mitos buruk yang beredar, padahal begini faktanya

Beberapa orang mungkin menyukai jenis jagung manis yang biasa dipanen saat muda. Rasanya dikenal enak dan kaya nutrisi. Jagung ini juga memiliki tekstur renyah yang khas, sehingga enak dinikmati langsung, seperti direbus atau dibakar maupun diolah dalam makanan.

Tetapi di sisi lain, jagung ini juga banyak dihindari karena kandungan gula dan karbohidratnya. Gula alami di dalam jagung manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah jika dikonsumsi berlebihan.

Jagung juga mengandung karbohidrat dan kalori tinggi, sehingga tidak cocok bagi mereka yang sedang menjalani diet ketat.

Memang ada sejumlah kekurangan dari jagung manis. Namun tidak semua mitos yang beredar benar karena jagung ini juga menawarkan sejumlah manfaat baik bagi kesehatan.

Dilansir dari eatingwell.com (9/4), berikut 5 mitos jagung manis yang terbantahkan.

1. Jagung manis tinggi lemak

Jagung manis sebenarnya juga terdiri dari campuran tiga macam lemak yang jika dimakan utuh menawarkan manfaat baik untuk kesehatan jantung. Foto: iStock

Mitos yang beredar mengungkap jagung manis tinggi akan lemak. Tetapi secara teknis, jagung dianggap sebagai makanan rendah lemak dengan kandungan lemak hanya sekitar 1 gram per tongkol, lapor USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat).

Lemak di dalam jagung juga merupakan campuran antara lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda. Lemak tak jenuh ganda maupun lemak tak jenuh tunggal telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung selama memang jagung dimakan utuh begitu saja, tanpa ditambah dengan susu atau mentega.

2. Makan jagung akan menaikkan berat badan

Makan jagung manis tidak akan menaikkan berat badan kecuali kamu menambah dengan topping berkalori. Foto: iStock

Jika jagung manis ditambah dengan mentega, saus, keju, meses, atau topping berkalori lainnya, tentu dapat berisiko menambah berat badan. Tetapi satu tongkol jagung polos hanya mengandung sekitar 122 kalori.

Selain itu, satu tongkol jagung juga mengandung hampir 3 gram serat yang dapat membuat perut kenyang lebih lama.

Di dalamnya juga terkandung pati resisten, jenis kabrohidrat yang lambat dicerna dan telah terbukti membantu mengontrol berat badan.

Secara keseluruhan, kandungan kalori rendah dan serat tinggi pada jagung dapat menurunkan berat badan jika dikonsumsi dalam jumlah sedang dan diimbangi dengan makanan gizi seimbang.




(aqr/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork