6 Cara Simpel Agar Protein Terserap Maksimal, Nomor 3 Sering Diabaikan!

6 Cara Simpel Agar Protein Terserap Maksimal, Nomor 3 Sering Diabaikan!

Riska Fitria - detikFood
Senin, 20 Apr 2026 06:00 WIB
Menyantap beefsteak ada tata caranya. Tak sekadar memotong daging dengan pisau dan garpu, posisi pisau dan garpu juga harus tepat. Secara umum, tata cara makan steak terdiri dari dua pilihan, gaya Amerika dan gaya Eropa
Foto: Photo by Yury Minaev/iStockphoto
Jakarta -

Asupan protein yang cukup penting untuk kesehatan tubuh. Namun, kamu perlu mengetahui cara memaksimalkan penyerapannya.

Banyak orang fokus konsumsi makanan tinggi protein untuk diet atau membentuk otot. Padahal, protein tidak otomatis langsung dimanfaatkan tubuh. Karena itu, penting mengetahui cara agar protein bisa diserap secara maksimal oleh tubuh.

Melansir Health Shots (15/3), protein punya peran penting bagi tubuh. Fungsinya untuk membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta mendukung sistem imun. Selain itu, protein juga dibutuhkan untuk produksi enzim dan hormon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika asupannya kurang, tubuh bisa mudah lelah dan pemulihan jadi lebih lambat. Namun, konsumsi protein saja tidak cukup. Penyerapan protein dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola makan hingga kondisi pencernaan.

Berikut 6 cara agar protein dapat terserap dengan maksimal:

1. Konsumsi protein dalam porsi yang tepat

Daging ayam mentahDaging ayam mentah Foto: Getty Images/Thai Liang Lim

Makan protein sekaligus dalam jumlah besar ternyata kurang efektif untuk diserap tubuh. Idealnya, konsumsi sekitar 20-30 gram protein setiap 3-4 jam agar lebih optimal. Cara ini membantu tubuh mencerna dan memanfaatkan protein secara bertahap. Jadi, lebih baik dibagi per waktu makan daripada sekaligus banyak.

ADVERTISEMENT

2. Pilih sumber protein berkualitas tinggi

Tidak semua protein punya kualitas yang sama dalam hal penyerapan. Protein hewani seperti telur, ayam, ikan, dan daging lebih mudah diserap tubuh. Sementara protein nabati seperti kacang-kacangan dan tahu tetap bagus, tapi sebaiknya dikombinasikan. Dengan kombinasi yang tepat, kebutuhan asam amino tetap terpenuhi.

3. Kunyah makanan dengan baik

Plate of Pan fried Tempeh and Colorful Vegetables Salad Garnished with Daikon SproutsResep olahan tempe. Foto: Getty Images/lovelypeace

Kebiasaan sederhana seperti mengunyah ternyata sangat berpengaruh. Mengunyah membantu memecah makanan sehingga enzim pencernaan bekerja lebih efektif. Kalau makan terlalu cepat, proses pencernaan jadi kurang maksimal. Akibatnya, penyerapan protein juga bisa terganggu.

4. Jaga kesehatan usus

Kesehatan pencernaan jadi kunci utama penyerapan nutrisi, termasuk protein. Konsumsi makanan seperti yogurt, kefir, atau makanan fermentasi bisa membantu meningkatkan bakteri baik di usus. Bakteri ini berperan dalam proses pemecahan protein. Kalau usus sehat, penyerapan nutrisi pun jadi lebih optimal.

5. Tambahkan enzim alami dari makanan

Semangkuk kacang almond.Semangkuk kacang almond. Foto: Thinkstock

Beberapa buah mengandung enzim alami yang membantu mencerna protein. Contohnya pepaya dengan enzim papain dan nanas dengan bromelain. Enzim ini membantu memecah protein jadi bentuk yang lebih mudah diserap tubuh. Menambahkan buah ini dalam menu harian bisa bantu pencernaan lebih lancar.

6. Tingkatkan asupan protein secara bertahap

Langsung meningkatkan konsumsi protein dalam jumlah besar bisa bikin sistem pencernaan kaget. Akibatnya, tubuh malah kesulitan mencerna dengan baik. Lebih baik tingkatkan asupan protein secara perlahan agar tubuh bisa beradaptasi. Dengan cara ini, penyerapan protein jadi lebih maksimal.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video BGN: 60 Persen Anak Tak Pernah Lihat Menu Makanan Bergizi Seimbang"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads