5 Makanan yang Bantu Redakan Stres dan Turunkan Risiko Depresi

5 Makanan yang Bantu Redakan Stres dan Turunkan Risiko Depresi

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 15 Apr 2026 05:00 WIB
Burnout Guru, Tanda Depresi yang Sering Terabaikan di Kalangan Pendidik
Foto: Getty Images/Tirachard
Jakarta -

Pola makan ternyata punya peran besar dalam kesehatan mental. Asupan yang tepat bisa bantu meredakan stres dan kecemasan dari dalam tubuh.

Asupan makanan berkaitan dengan hubungan erat antara usus dan otak. Di dalam usus terdapat mikrobioma berisi triliunan bakteri yang memengaruhi produksi zat kimia pengatur suasana hati, serotonin.

Sekitar 95% serotonin bahkan diproduksi di usus, bukan otak. Karena itu, menjaga kesehatan usus penting untuk bantu stabilkan mood dan turunkan risiko depresi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari ahealthiermichigan.org (13/4) berikut makanan yang dapat menurunkan risiko depresi:

1. Makanan Probiotik

Ilustrasi kimchiIlustrasi kimchi Foto: Getty Images/iStockphoto/4kodiak

ADVERTISEMENT

Probiotik adalah bakteri baik yang membantu proses pencernaan tetap sehat. Fungsinya mengontrol bakteri jahat sekaligus memecah makanan jadi nutrisi penting bagi tubuh.

Asupan probiotik bisa didapat dari makanan fermentasi yang mudah ditemukan. Konsumsi rutin dipercaya bantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan daya tahan tubuh.

Contoh makanan tinggi probiotik antara lain yogurt, kefir, kimchi, hingga kombucha. Ada juga sauerkraut yang terkenal sebagai fermentasi kubis dengan rasa asam segar.

2. Makanan Prebiotik

Prebiotik adalah serat yang jadi 'makanan' bagi bakteri baik di usus. Nutrisi ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota di saluran pencernaan bagian bawah.

Sumber prebiotik bisa didapat dari apel, pisang, bawang, hingga gandum. Ada juga asparagus, kacang-kacangan, biji chia, flaxseed, dan sayuran hijau.

Sayangnya, banyak orang masih kurang asupan serat harian. Padahal, prebiotik bantu turunkan risiko penyakit seperti jantung dan diabetes tipe 2, sekaligus jaga kesehatan tubuh.

3. Asam Lemak Omega-3

A plate of salmon sashimi on wooden table. Japanese food style concept.Salmon mengandung lemak asam omega-3. Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak

Asam lemak omega-3 termasuk lemak sehat yang penting untuk fungsi sel tubuh. Nutrisi ini juga membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus tetap optimal.

Sumber omega-3 banyak ditemukan pada ikan seperti salmon, tuna, sarden, dan rainbow trout. Selain itu, bisa juga dari chia seed, flaxseed, walnut, hingga edamame.

Konsumsi omega-3 secara rutin dikaitkan dengan kesehatan pencernaan yang lebih baik. Lemak sehat ini juga berperan menjaga tubuh tetap bugar dan sistem metabolisme optimal.

4. Makanan Antiinflamasi

Makanan antiinflamasi bantu meredakan peradangan kronis dalam tubuh. Kondisi ini penting untuk menjaga fungsi usus tetap optimal dan kesehatan mental.

Jenisnya banyak berasal dari buah, sayur, dan kacang-kacangan. Contohnya alpukat, bayam, kale, brokoli, hingga brussels sprouts yang kaya nutrisi.

Buah seperti blueberry, stroberi, dan grapefruit juga punya efek antiinflamasi. Konsumsi rutin dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap kecemasan dan depresi.

5. Air Putih

Young woman drinking pure glass of waterMinum air putih ilustrasi. Foto: Getty Images/seb_ra

Air putih berperan penting menjaga sistem pencernaan tetap sehat. Tubuh yang terhidrasi baik juga mendukung suasana hati lebih stabil.

Kebutuhan cairan harian sebaiknya dipenuhi dari air putih, bukan minuman manis. Hidrasi cukup membantu proses metabolisme dan fungsi organ berjalan optimal.

Sebaliknya, soda dan minuman energi tinggi gula dikaitkan dengan risiko depresi. Minuman dengan pemanis tambahan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Halaman 4 dari 3


Simak Video "Video: Ternyata Bawang Bombay Bagus Lho untuk MPASI!"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads