Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit serius. Namun kondisi ini bisa diatasi dengan cara mengonsumsi sejumlah makanan bernutrisi. Berikut daftarnya!
Tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis ketika tekanan darah pada dinding arteri meningkat, umumnya lebih besar dari 130/80 mmHg. Penyakit ini perlu diwaspadai karena gejalanya jarang terlihat, tetapi bisa menimbulkan risiko penyakit, seperti jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.
Menjalani pola hidup sehat bisa mengatasi masalah ini, termasuk menerapkan pola makan lebih baik. Sebab, makanan merupakan salah satu hal penting dalam menurunkan tekanan darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan yang kaya nitrat, seperti buah delima, sayuran berdaun hijau, dan bit bisa membantu merelaksasi pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih baik. Begitu juga dengan makanan kaya kalium yang disarankan untuk dikonsumsi karena dapat menjaga tekanan darah sehat.
Dilansir dari health.com (10/4), berikut daftar lengkap makanan sehat yang bisa mengatasi tekanan darah tinggi.
1. Sayuran berdaun hijau
Sayuran berdaun hijau, seperti kale bagus untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Foto: iStock |
Sayuran berdaun hijau, seperti kale dan bayam bisa dikonsumsi karena mereka mengandung nitrat alami. Menurut Geoffrey Abbott, PhD, seorang profesor fisiologi dan biofisika mengungkap tubuh mengubah nitrat menjadi oksida nitrat, molekul kunci yang terlibat dalam pengaturan tekanan darah.
Sayuran hijau juga merupakan bagian penting dari diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Pasalnya sayuran ini berkontribusi pada pengendalian tekanan darah.
Selain karena kandungan nitratnya, sayuran hijau juga dapat menggantikan makanan tinggi natrium dan makanan ultra olahan yang jika dikonsumsi bisa meningkatkan tekanan darah.
2. Pisang dan buah lain kaya kalium
Buah pisang dan buah lain yang kaya kalium juga bisa dikonsumsi. Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn |
Buah-buahan kaya kalium, seperti pisang dan alpukat juga cocok dikonsumsi. Buah-buahan ini dapat mendorong tubuh membuang natrium yang pada gilirannya bisa menurunkan tekanan darah.
Menurut seorang ahli gizi terdaftar, Liz Weinandya, ketika tekanan darah tinggi, tubuh bekerja untuk mengeluarkan lebih banyak natrium. Mengonsumsi lebih banyak makanan kaya kalium mendorong tubuh mengeluarkan natrium yang membuat pembuluh darah lebih rileks.
3. Buah bit
Michelle Routhenstein, seorang ahli diet kardiologi preventif juga menyarankan untuk mengonsumsi buah bit. Buah ini kaya akan dua hal yang dapat mendukung tekanan darah sehat. Dua hal yang dimaksud adalah nitrat dan kalium.
Di dalam tubuh, nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit oksida (NO), senyawa yang berfungsi melebarkan dan merelaksasi pembuluh darah, sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah bisa menurun.
Buah bit juga kaya akan antikoksidan, seperti betalain, flavonoid, dan polifenol yang membantu meredakan peradangan dan melindungi kesehatan jantung.
Untuk mendapat manfaat optimal, buah bit bisa dikonsumsi setiap hari selama 4 sampai 8 minggu.
4. Ikan berlemak
Mengonsumsi ikan berlemak, seperti salmon juga dapat mengatasi tekanan darah tinggi. Foto: aksalmonco.com |
Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, ikan berlemak bisa menjadi solusi. Mulai dari salmon, sarden, hingga makarel, semua ikan berlemak ini kaya akan asam lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA. Lemak sehat ini bisa membantu mengurangi peradangan dan melebarkan pembuluh darah, sehingga memudahkan aliran darah.
Ahli Raoutheinstein juga menjelaskan jika konsumsi ikan berlemak secara teratur, atau setidaknya dua hingga tiga porsi per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko kardiovaskular, peningkatan profil lipid, dan tekanan darah lebih sehat.
5. Dark chocolate
Tak sekadar menjadi camilan, dark chocolate juga baik untuk membantu mengatasi tekanan darah tinggi. Terutama jika dark chocolate yang dikonsumsi memiliki kandungan kakao 70% atau lebih tinggi. Jenis cokelat ini telah dikaitkan dengan tekanan darah yang bisa menurun.
Ahli Jacqueline Vernarelli, PhD mengungkap jika kandungan dalam cokelat yang paling berpengaruh adalah senyawa disebut flavonol. Flavonol di dalam kakao membuat arteri lebih fleksibel dan tidak kaku, yang mengurangi hambatan terhadap aliran darah.
Flavonol juga melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif serta meningkatkan kemampuan pembuluh darah melebar.
Simak Video "Sambal Bajak, 'Teman' Menu Andalan"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN