Ngidam cokelat sering kali dianggap sebagai hal sepele atau sekadar keinginan untuk makan manis. Padahal, di balik keinginan tersebut, tubuh bisa saja sedang mengirimkan sinyal tertentu yang perlu diperhatikan.
Melansir Health Shots (16/3), cokelat dikenal sebagai salah satu makanan yang mampu meningkatkan suasana hati. Kandungan senyawa di dalamnya dapat merangsang produksi hormon seperti serotonin dan dopamin yang berperan dalam menciptakan rasa bahagia. Tidak heran jika banyak orang tiba-tiba ingin mengonsumsi cokelat saat merasa stres, lelah, atau tertekan.
Selain faktor psikologis, ngidam cokelat juga dapat dipengaruhi oleh kondisi emosional. Saat seseorang mengalami stres atau tekanan, tubuh cenderung mencari pelarian instan yang dapat memberikan rasa nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cokelat dikenal sebagai salah satu makanan yang mampu meningkatkan suasana hati. Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz |
Makanan manis seperti cokelat pun kerap menjadi pilihan karena efeknya yang cepat dalam memberikan sensasi menyenangkan, meskipun hanya sementara.
Pada perempuan, keinginan mengonsumsi cokelat juga sering dikaitkan dengan perubahan hormon, terutama menjelang menstruasi.
Pada fase ini, kadar hormon dalam tubuh mengalami fluktuasi yang dapat memengaruhi suasana hati dan meningkatkan keinginan terhadap makanan manis.
Tidak hanya itu, ngidam cokelat juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang kekurangan energi. Ketika kadar gula darah menurun, tubuh secara alami akan mencari sumber energi cepat, dan makanan manis menjadi pilihan utama. Hal ini sering terjadi ketika seseorang terlambat makan atau memiliki pola makan yang tidak teratur.
Dalam beberapa kasus, keinginan mengonsumsi cokelat juga dikaitkan dengan kemungkinan kekurangan zat tertentu, seperti magnesium. Namun, hal ini tidak selalu menjadi penyebab utama dan masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Cokelat mengandung senyawa yang dapat memproduksi hormon serotonin dan dopamin. Foto: Istock |
Lantas, apa artinya jika kamu sering ngidam cokelat sepanjang hari? Sering kali itu berarti tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang lebih baik.
Asupan protein yang cukup, makanan bergizi seimbang, makanan kaya mineral, dan waktu makan yang teratur dapat secara signifikan meminimalkan keinginan tersebut.
Makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, telur, dan protein tanpa lemak seperti daging, ayam, dan ikan bakal membantu memulihkan keseimbangan nutrisi. Sekaligus mencegah keinginan makan yang reaktif.
Meski demikian, bukan berarti ngidam cokelat harus selalu dituruti tanpa batas. Konsumsi cokelat secara berlebihan tetap berisiko terhadap kesehatan, terutama jika mengandung gula tinggi. Sebagai alternatif, memilih dark chocolate dengan kadar kakao lebih tinggi dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.
(raf/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN