Lagi Viral Dessert Pistachio, Apakah Kacang Ini Menyehatkan?

Lagi Viral Dessert Pistachio, Apakah Kacang Ini Menyehatkan?

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Kamis, 02 Apr 2026 05:00 WIB
Top view of a brown bowl filled with organic pistachios shot on rustic wood table. Some almonds are out of the bowl on a burlap. Predominant colors are green and brown. DSRL studio photo taken with Canon EOS 5D Mk II and Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM
Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital
Jakarta -

Pistachio semakin populer dan sering muncul di berbagai makanan kekinian. Mulai dari croissant isi pistachio, minuman, hingga dessert, semuanya terlihat lebih premium dengan tambahan kacang berwarna kehijauan ini.

Di balik tren tersebut, muncul pertanyaan, apakah pistachio benar-benar sehat, atau hanya sekadar tren saja? Menurut ahli gizi, pistachio pada dasarnya termasuk camilan sehat. Kacang ini kaya serat, lemak sehat, serta berbagai nutrisi yang mendukung kesehatan jantung dan membantu mengontrol nafsu makan.

Melansir Daily Mail (29/3), dalam 30 gram atau segenggam kecil pistachio, mengandung sekitar 3 gram serat, 6 gram protein, dan lemak yang sebagian besar merupakan lemak tak jenuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serat dalam pistachio bermanfaat untuk pencernaan dan membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Selain itu, kombinasi serat dan nutrisi lain dapat membantu memperlambat penyerapan gula, sehingga energi dalam tubuh lebih stabil.

PistachioPistachio mengandung serat. Foto: iStock

Meski tinggi lemak, jenis lemak dalam pistachio justru tergolong baik untuk tubuh. Dari sekitar 13 gram lemak dalam satu porsi, hanya sebagian kecil yang merupakan lemak jenuh. Lemak tak jenuh ini berperan dalam menjaga kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kalori, pistachio memang cukup tinggi energi. Satu porsi mengandung sekitar 160 kalori. Namun, karena kandungan protein dan seratnya, kacang ini cenderung lebih mengenyangkan dibandingkan camilan olahan lainnya. Bahkan, konsumsi kacang secara rutin, disebutkan dalam penelitian jangka panjang, tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Selain itu, pistachio juga mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, magnesium, fosfor, vitamin B6, dan vitamin E. Kandungan antioksidan seperti lutein, zeaxanthin, dan polifenol juga membantu melindungi sel tubuh dari stres oksidatif.

PistachioPistachio juga dikemas dengan kalium. Foto: iStock

Meski begitu, manfaat ini tidak selalu berlaku pada semua produk berbahan pistachio. Banyak produk kekinian seperti krim pistachio atau cokelat isi pistachio justru tinggi gula dan lemak jenuh.

Dalam bentuk ini, pistachio lebih berperan sebagai perasa, bukan bahan utama yang menyehatkan. Karena itu, cara terbaik mengonsumsi pistachio adalah dalam bentuk utuh, tanpa tambahan gula berlebih.




(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads