Jangan Salah! 6 Makanan Ini Ternyata Baik untuk Turunkan Risiko Stroke

Jangan Salah! 6 Makanan Ini Ternyata Baik untuk Turunkan Risiko Stroke

Dita Aliccia Armadani - detikFood
Minggu, 29 Mar 2026 06:00 WIB
Bunch of bananas in a wooden bowl on a table.
Foto: Getty Images/bbostjan
Jakarta -

Tidak semua makanan yang dianggap 'buruk' benar-benar buruk untuk tubuh. Beberapa di antaranya justru menyimpan nutrisi penting yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Stroke bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Dari sisi makanan, konsumsi makanan dengan nutrisi tertentu dapat membantu. Perlu diingat, tidak semua makanan yang dicap buruk bakal merugikan kesehatan.

Melansir Eating Well (13/3), menurut ahli gizi, makanan yang kerap dicap 'buruk' untuk kesehatan ini justru bisa membantu menurunkan risiko stroke jika dikonsumsi dengan cara yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 6 makanan penurun risiko stroke:

ADVERTISEMENT

1. Kacang-kacangan

group of almonds from wood bowl on wood backgroundIlustrasi kacang-kacangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/onairjiw

Kacang sering dihindari karena dianggap tinggi kalori, padahal kalori tersebut berasal dari lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Jenis lemak ini justru bisa membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko stroke.

Selain itu, kacang juga kaya antioksidan seperti vitamin E dan polifenol yang berperan untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Peradangan sendiri berkaitan dengan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah, yang bisa memicu stroke. Bahkan, penelitian menunjukkan konsumsi kacang sekitar lima kali seminggu bisa menurunkan risiko stroke hingga 19%.

2. Pisang

Pisang sering dianggap kurang sehat karena kandungan gulanya tinggi. Namun, buah ini sebenarnya kaya kalium, mineral penting yang membantu menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor utama penyebab stroke.

Sayangnya, banyak orang belum memenuhi kebutuhan kalium harian yang disarankan, yaitu sekitar 4.700 mg. Mengonsumsi pisang bisa jadi cara sederhana untuk membantu mencukupi kebutuhan tersebut.

3. Kopi

Karyawan mengemas kopi pesanan pelanggan di Toko Kopi Gayo di Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Aceh, Kamis (19/2/2026). Penghasilan toko kopi khas Gayo yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 tersebut mulai meningkat dengan memfokuskan penjualan produk melalui pasar dalam jaringan seiring membaiknya jaringan listrik dan internet. ANTARA FOTO/Arnas Padda/wsj.Ilustrasi kopi. Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kopi sering jadi perdebatan karena kandungan kafeinnya. Memang, kafein bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah sementara. Namun, tidak ada bukti bahwa konsumsi kopi menyebabkan tekanan darah tinggi dalam jangka panjang.

Bahkan, konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2-3 cangkir per hari, dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah. Selain kafein, kopi juga mengandung antioksidan seperti asam klorogenat dan flavonoid yang mendukung kesehatan pembuluh darah. Meski begitu, konsumsinya tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan.

4. Oatmeal

Oatmeal kadang dihindari karena dianggap bisa meningkatkan gula darah, padahal jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, oatmeal justru baik untuk kesehatan jantung. Oat mengandung beta-glukan, yaitu serat larut yang dikenal bisa membantu menurunkan kolesterol.

Selain itu, oatmeal juga mengandung senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang berkaitan dengan penurunan risiko stroke. Untuk hasil lebih optimal, disarankan memilih oat utuh seperti rolled oats atau steel-cut oats dan dikombinasikan dengan protein serta lemak sehat.

5. Kacang polong

Kacang polongKacang polong Foto: Getty Images/iStockphoto/fcafotodigital

Beans atau kacang polong sering disalahpahami karena kandungan lektin, padahal jika dimasak dengan benar, lektin akan berkurang dan aman dikonsumsi. Jenis makanan ini kaya serat larut yang membantu menurunkan kolesterol dengan cara mengikatnya di usus dan membuangnya lewat sistem pencernaan.

Efek ini berperan dalam menurunkan risiko kematian akibat stroke. Selain itu, beans juga mengandung kalium dan magnesium yang baik untuk kesehatan jantung.

6. Tahu (tofu)

Tahu kadang dianggap tidak sehat karena isu soal hormon. Namun, tidak ada bukti bahwa tahu berbahaya. Justru, makanan ini bisa memberikan manfaat untuk tubuh.

Tahu mengandung isoflavon, yaitu antioksidan yang dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Konsumsi produk kedelai seperti tahu juga dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah berdasarkan beberapa penelitian.

Selain memilih makanan yang tepat, para ahli juga menekankan pentingnya gaya hidup sehat secara keseluruhan. Mulai dari makan makanan utuh, rutin bergerak, tidak merokok, hingga cukup tidur. Kombinasi inilah yang berperan besar dalam membantu menurunkan risiko stroke.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Martabak 'Low Sugar' dan Sruput Kopi di Pasar Alsut"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads