Minum kopi pagi hari sudah menjadi kebiasaan banyak orang di dunia. Namun, di balik manfaat yang ada, terdapat beberapa dampak fisiologis yang perlu diperhatikan jika kopi dikonsumsi saat perut kosong.
Kopi jika dikonsumsi dengan tepat akan memberi banyak manfaat sehat, seperti meningkatkan energi dan fokus, membantu metabolisme, hingga mendukung kesehatan otak. Ketepatan konsumsi kopi tak hanya soal jumlah cangkirnya, tapi juga waktu mengonsumsinya.
Melansir MSN (25/2), mengonsumsi kopi yang mengandung kafein sebelum makan dapat memicu berbagai reaksi dalam tubuh yang memengaruhi kesehatan jangka panjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut beberapa alasan mengapa minum kopi saat perut kosong tidak disarankan.
1. Meningkatkan Produksi Kortisol
Minum kopi langsung setelah bangun tidur bisa mengganggu ritme hormon alami tubuh. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver |
Minum kopi langsung setelah bangun tidur dapat mengganggu ritme hormon alami tubuh. Pada pagi hari, kelenjar adrenal secara alami melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi untuk membantu tubuh bangun dan menjadi lebih waspada. Jika kafein ditambahkan pada saat kadar kortisol sedang tinggi, kondisi ini dapat menciptakan stres.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan respons kortisol menjadi tumpul dan memicu kelelahan kronis. Sebagai solusi, coba konsumsi sarapan yang seimbang sebelum minum kopi agar fungsi hormon tetap optimal.
2. Merangsang Produksi Asam Lambung
Asam lambung juga bisa meningkat jika kopi diminum saat perut kosong. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver |
Kopi secara alami merangsang produksi asam hidroklorat dalam saluran pencernaan. Saat perut kosong, cairan asam ini tidak memiliki makanan untuk dicerna atau diserap. Akibatnya, asam lambung dapat mengiritasi lapisan sensitif pada lambung dan kerongkongan.
Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memicu masalah seperti heartburn atau refluks asam. Mengonsumsi makanan terlebih dahulu dapat membantu melindungi lapisan pencernaan dari iritasi tersebut.
3. Memicu Fluktuasi Gula Darah
Minum kopi hitam sebelum makan dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar glukosa sepanjang hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan kafein di pagi hari dapat menurunkan sensitivitas insulin. Gangguan metabolisme ini dapat menyebabkan lonjakan dan penurunan energi setelah makan.
Dampaknya, seseorang bisa mengalami keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis serta merasa lelah pada siang hari. Mengonsumsi makanan bergizi sebelum minum kopi dapat membantu menjaga kestabilan energi.
4. Mengurangi Kadar Mineral Penting
Minum Kopi saat perut kosong juga justru mengurangi kadar mineral penting di tubuh. Foto: Getty Images |
Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat mempercepat pengeluaran mineral penting melalui urine. Jika dikonsumsi tanpa makanan, kopi dapat mempercepat hilangnya mineral seperti kalsium, magnesium, dan kalium dari tubuh.
Padahal mineral-mineral tersebut penting untuk fungsi saraf, kesehatan tulang, serta kontraksi otot. Perut yang kosong membuat cairan bergerak lebih cepat melalui sistem pencernaan sehingga kehilangan mineral dapat terjadi lebih cepat.
5. Memperparah Kecemasan
Saat tidak ada makanan di lambung, kafein dapat diserap sistem saraf pusat dengan sangat cepat. Lonjakan stimulasi ini sering memicu gejala fisik seperti tangan gemetar atau detak jantung yang meningkat. Bagi orang yang rentan cemas, kondisi ini dapat memperburuk gejala yang sudah ada.
Efek yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan justru bisa berubah menjadi rasa gelisah. Mengonsumsi makanan terlebih dahulu dapat membantu memperlambat penyerapan kafein ke dalam aliran darah. Karena itu, mengonsumsi kopi setelah sarapan atau setelah makan ringan dapat menjadi pilihan yang lebih aman.
(Dita Aliccia Armadani/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN