Jennifer Coppen akhirnya berani minum kopi lagi setelah 4 tahun berhenti. Ternyata ini alasan ia sempat menghindari minuman berkafein tersebut.
Artis Jennifer Coppen membagikan momen yang cukup emosional lewat Instagram Story pribadinya (5/8).
Aktris 25 tahun itu mengaku akhirnya kembali berani menikmati kopi setelah 4 tahun tidak menyentuh minuman berkafein tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan karena tidak menyukai kopi, Jennifer menjelaskan keputusannya berhenti minum kopi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan mental yang pernah dialaminya.
Saat itu ia mengalami anxiety dan panic attack yang memicu berbagai gejala fisik, sehingga konsumsi kopi justru membuat kondisinya semakin tidak nyaman.
Jennifer Coppen kembali minum kopi usai 4 tahun menghindari kopi. Foto: Instagram @jenniferhubner |
"Sebetulnya aku bukan memutuskan berhenti minum kopi karena memang mau berhenti. Aku suka banget minum kopi dan aku sangat menyukainya. Tapi setelah itu aku mengalami kondisi kesehatan yang sangat buruk," ujar Jennifer.
Ia menjelaskan salah satu gejala yang paling sering muncul adalah jantung berdebar.
Menurutnya, kandungan kafein dalam kopi dapat memperparah sensasi tersebut sehingga ia memilih menghindarinya selama bertahun-tahun.
"Kalau mengalami kondisi itu kadang jantung suka berdebar dan segala macam. Tentu saja kopi sangat tidak membantu karena bikin jantung makin berdebar. Jadi kondisiku malah terasa semakin parah," lanjutnya.
Jennifer mengungkap selama dua tahun terakhir ia menjalani proses pemulihan secara bertahap.
Ia mengikuti terapi, berkonsultasi dengan psikolog, serta belajar mengenali dan mengelola dirinya sendiri hingga akhirnya kembali berani melakukan berbagai aktivitas yang dulu ia hindari.
Jennifer Coppen Foto: Instagram/@jenniferhubner |
"Setelah dua tahun proses healing, terapi, ketemu psikolog, dan perlahan menemukan diri aku kembali, akhirnya aku bisa melakukan hal-hal yang aku sukai lagi. Seperti minum kopi, terus berenang di laut," katanya.
Ia mengaku sempat merasa takut melakukan banyak hal, termasuk berenang di laut maupun menikmati secangkir kopi. Ketakutan itu muncul akibat kecemasan berlebih yang pernah dialaminya.
Kondisi yang dialami Jennifer juga memiliki kaitan dengan efek kafein pada tubuh. Kafein merupakan zat stimulan yang bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga tubuh menjadi lebih waspada.
Pada sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap kafein atau memiliki gangguan kecemasan, efek tersebut dapat memicu jantung berdebar (palpitasi), rasa gelisah, hingga kecemasan yang semakin meningkat.
Menurut British Heart Foundation (BHF) (9/7), konsumsi kafein dalam jumlah sedang umumnya aman bagi kebanyakan orang.
Namun, sebagian orang memang lebih sensitif sehingga dapat mengalami jantung berdebar atau detak jantung terasa lebih cepat setelah minum kopi.
Sementara itu, Mayo Clinic juga mencantumkan kafein sebagai salah satu pemicu umum heart palpitations, selain stres, anxiety, dan serangan panik.
Karena itu, orang yang sedang mengalami anxiety atau serangan panik sering kali dianjurkan untuk membatasi konsumsi kafein apabila merasa gejalanya memburuk setelah minum kopi.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN