Pilihan makanan sehat berperan penting menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko demensia. Mulai dari kacang, sayuran hijau, hingga buah kaya antioksidan.
Kasus demensia kian meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup. Kondisi ini membuat banyak orang mulai peduli pada kesehatan otak sejak dini.
Pola makan sehat disebut berperan besar menjaga fungsi kognitif. Asupan nutrisi tepat dapat membantu menurunkan risiko pikun dan gangguan ingatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak melulu mahal, makanan pencegah demensia justru mudah ditemui sehari-hari. Mulai dari kacang, sayur hijau, hingga buah berwarna gelap.
Dikutip dari Woman's World (29/5/25) berikut 5 pilihan makanan untuk cegah demensia:
1. Almond
Almond kaya vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan pelindung sel otak Foto: Getty Images/iStockphoto/Natalia Lebedeva |
Almond kaya vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan pelindung sel otak. Vitamin ini membantu melawan stres oksidatif yang berkaitan dengan penurunan daya ingat.
Menurut pakar nutrisi Dr Neal Barnard, vitamin E dapat menjaga kesehatan otak jika dikonsumsi rutin. Kacang lain seperti walnut, hazelnut, dan biji bunga matahari juga mengandung vitamin E.
Disarankan konsumsi segenggam kecil almond atau sekitar 28 gram per hari. Bisa dinikmati sebagai camilan sore atau taburan oatmeal agar otak tetap sehat.
2. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti kale, bayam, dan selada romaine kaya nutrisi penunjang fungsi otak. Kandungan folat dan vitamin B6 membantu melindungi otak dari penurunan kognitif.
Dr Neal Barnard menjelaskan, vitamin B dalam sayuran hijau menurunkan homosistein yang berlebih. Zat ini diketahui dapat merusak fungsi kognitif jika kadarnya tinggi.
Disarankan konsumsi dua porsi sayuran hijau per hari, setara satu cangkir mentah. Bisa diolah jadi salad, tumisan, atau diblender ke dalam smoothie.
3. Kacang Hitam
Kacang hitam dikenal kaya vitamin B yang baik untuk kesehatan otak. Dr Neal Barnard menyebut kacang hitam mampu mendukung daya ingat dan melengkapi asupan sayuran hijau.
Penelitian modern membuktikan kacang-kacangan adalah sumber nutrisi penting. Kandungan vitamin B di dalamnya berperan menjaga fungsi kognitif tetap optimal.
Konsumsi setengah cangkir kacang hitam untuk asupan folat dan serat. Bisa ditambahkan ke sup, salad, atau disantap bersama salsa sebagai camilan sehat.
4. Jus Anggur dan Blueberry
Jus anggur kaya antosianin, antioksidan yang meningkatkan daya ingat. Foto: KamranAydinov/Freepik |
Jus anggur dan blueberry kaya antosianin, antioksidan yang memberi warna ungu dan biru alami. Zat ini membantu menjaga daya ingat dan kesehatan kognitif dengan menekan peradangan.
Dr Neal Barnard menyarankan memilih jus tanpa tambahan gula atau konsumsi buah utuh. Anggur ungu dan blueberry segar dinilai lebih baik karena mengandung serat alami.
Disarankan minum 1-2 gelas jus per hari atau makan setengah cangkir anggur dan satu cangkir blueberry. Porsi tetap perlu dijaga agar kadar gula tidak berlebihan.
5. Susu Kedelai
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati dan antioksidan yang baik untuk otak. Foto: Getty Images/alvarez |
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati dan antioksidan yang baik untuk otak. Minuman ini membantu menekan peradangan dan stres oksidatif yang merusak sel saraf.
Dr Neal Barnard menyebut susu kedelai sebagai pengganti susu sapi yang lebih ramah otak. Konsumsi moderat produk kedelai juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker tertentu.
Namun, pilih susu kedelai tanpa gula dan aditif berlebih. Cukup ganti satu porsi susu harian dengan susu kedelai untuk manfaat optimal.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN