Minum air putih saat makan selama ini dianjurkan untuk membantu menekan nafsu makan. Namun, temuan terbaru dari penelitian justru menunjukkan hasil berbeda.
Penelitian dari Cornell University yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite, menemukan bahwa semakin banyak air yang diminum saat makan, maka semakin banyak pula makanan yang cenderung dikonsumsi.
Dilansir dari Yahoo (29/07/2026), temuan ini menantang anggapan populer bahwa minum air putih dapat langsung memberikan rasa kenyang sehingga seseorang makan lebih sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, peneliti menemukan adanya hubungan antara kebiasaan minum saat makan dengan peningkatan asupan makanan.
Ilustrasi Makan ditemani air putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/miya227 |
Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menganalisis data dari dua eksperimen sebelumnya yang melibatkan 86 orang dewasa.
Para peserta diberi hidangan berupa beef chilli atau chicken tikka masala lengkap dengan air putih, kemudian dipersilakan makan sebanyak yang mereka inginkan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa setiap tambahan 100 mililiter air yang diminum berkaitan dengan konsumsi sekitar 40 gram makanan lebih banyak, atau hampir 50 kalori tambahan.
Selain itu, peserta yang lebih sering bergantian antara menyuap makanan dan minum air putih juga cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah lebih besar.
Peneliti menduga air putih membantu menyegarkan kembali sensasi di lidah sehingga cita rasa makanan tetap terasa menarik lebih lama. Kondisi ini membuat seseorang menunda rasa puas dan terus menikmati makanan.
Ilustrasi Makan Foto: Getty Images/iStockphoto/Wiphop Sathawirawong |
"Selama ini banyak saran yang menyebut minum air dapat membuat perut terasa penuh. Namun, air keluar dari lambung dengan cepat sehingga kemungkinan tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama," ujar Paige Cunningham, salah satu penulis studi dari Cornell University.
Cunningham menambahkan bahwa air kemungkinan justru meningkatkan jumlah makanan yang dikonsumsi.
"Air dapat memberikan pelumas yang membuat proses makan menjadi lebih cepat, sekaligus mencegah mulut terasa kering sehingga kenikmatan saat makan bertahan lebih lama," jelasnya.
Meski demikian, penelitian juga menemukan pola yang berbeda. Peserta yang menghabiskan air minumnya lebih cepat justru cenderung makan lebih sedikit dibanding mereka yang minum air secara bertahap sepanjang waktu makan.
Menurut Cunningham, tim peneliti masih menindaklanjuti temuan tersebut untuk mengetahui penyebab pasti hubungan antara cara minum dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Secara keseluruhan, para peneliti menyimpulkan bahwa peserta makan lebih banyak ketika mereka minum lebih banyak dan lebih sering bergantian antara menyuap makanan dengan minum.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN