Teh lemon sering dikonsumsi karena dikenal bermanfaat untuk kesehatan, padahal asupannya juga perlu dibatasi. Mengonsumsinya dengan tidak tepat bisa timbulkan 5 efek buruk ini.
Teh menjadi salah satu minuman yang tidak kalah populer dari kopi. Selain memberi rasa nikmat dan kenyamanan, teh juga menawarkan banyak manfaat kesehatan.
Terdapat banyak jenis teh di dunia, mulai dari teh hitam, teh hijau, teh herbal, hingga teh dengan campuran buah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang populer ialah teh lemon. Teh ini dikenal menawarkan cita rasa yang nikmat, memadukan rasa sepat teh dan asam dari lemon.
Teh lemon juga sering direkomendasikan untuk diminum karena dianggap kaya akan antioksidan serta bisa membantu menurunkan berat badan.
Secangkir teh lemon mungkin dianggap baik untuk kesehatan, tetapi sebenarnya minum teh ini juga bisa memicu risiko berbahaya.
Dilansir dari Times of India (11/8/2023), berikut 5 bahaya yang bisa ditimbulkan dari minum teh lemon.
1. Teh lemon bersifat asam
Teh lemon bersifat asam yang jika terlalu sering bisa menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan. Foto: Getty Images/iStockphoto/cometary |
Teh lemon menjadi bahaya karena kandungan-kandungan di dalamnya. Lemon bersifat asam dan teh juga secara alami bersifat asam.
Ketika kedua bahan asam disatukan, maka sifat asamnya akan meningkat. Kandungan asam terlalu tinggi dapat menyebabkan kerusakan serius pada kesehatan. Jika teh lemon dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan erosi enamel, gigi sensitif, refluks asam, mulas, dan ketidaknyamanan pencernaan.
Untuk mengurangi risikonya, disarankan tidak minum teh lemon terlalu sering. Selain itu, jangan meminumnya saat perut kosong dan membilas mulut dengan air putih setelahnya.
2. Memicu penyakit batu ginjal
Teh lemon jika terlalu banyak juga bisa memicu penyakit batu ginjal. Foto: Getty Images/iStockphoto/cometary |
Selain merusak enamel gigi dan pencernaan, konsumsi teh lemon berlebihan juga bisa berkontribusi pada batu ginjal.
Ahli gizi Shruti Naidu di Nagpur juga sempat menjelaskan jika kandungan oksalat dalam lemon dapat berkontribusi pada batu ginjal. Sedangkan kandungan kafein di dalam teh idapat menyebabkan insomnia, memicu rasa gugup, dan detak jantung cepat.
Lemon mengandung vitamin C, tetapi jika terlalu banyak bisa menghambat penyerapan kalsium yang memengaruhi kesehatan tulang. Teh lemon yang berinteraksi dengan obat-obatan dan alergi juga perlu diperhatikan.
Oleh karena itu, moderasi menjadi kunci penting. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, lebih baik konsultasikan ke profesional terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.
3. Memperburuk masalah pencernaan
Jus lemon atau irisan lemon yang dimasukkan ke dalam teh dapat meningkatkan kadar asamnya. Hal ini dapat memperlambat proses pencernaan tubuh dan memicu beberapa gejala, seperti mulas, kembung, sembelit, bahkan refluks asam.
Kandungan asam sitrat tinggi dari lemon dan tanin dalam teh dapat mengiritasi lapisan lambung serta meningkatkan asam lambung.
4. Risiko dehidrasi
Dehidrasi juga bisa disebabkan karena minum teh lemon terlalu banyak. Foto: Getty Images/chas53 |
Meningkatnya kadar asam dalam tubuh tidak hanya memengaruhi metabolisme tetapi juga menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan kadar air dalam tubuh yang menyebabkan berbagai masalah kesehatan.
Kombinasi teh dan lemon tersebut juga bertindak sebagai diuretik alami. Kafein dalam teh meningkatkan produksi urin, sedangkan lemon merangsang ginjal untuk membuang lebih banyak cairan dan elektrolit.
Jika tubuh mengalami dehidrasi, gejala yang ditimbulkan mulai dari sakit kepala, rasa tidak nyaman fisik, rasa haus ekstrem, hingga kelelahan.
5. Membuat tulang lebih lemah
Lemon dikenal mengeluarkan kalsium melalui urin. Ketika ditambah ke dalam teh, lemon mendorong tubuh menyerap aluminium dalam teh yang biasanya tidak diserap tubuh.
Faktor-faktor tersebut yang mampu meningkatkan kadar asam dalam tubuh, sehingga secara langsung memengaruhi kesehatan tulang.
Selain itu asam sitrat dari lemon yang dikonsumsi terus menerus juga berisiko mengikat kalsium. Dalam jangka panjang hal ini dapat berdampak pada kepadatan tulang.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN