Waktu minum kopi setiap orang bisa berbeda-beda. Beberapa lebih senang meminumnya setelah makan. Namun apakah hal ini berefek baik atau buruk bagi kesehatan tubuh?
Kopi adalah salah satu minuman yang banyak digemari. Namun waktu minum kopi pada setiap orang berbeda-beda. Sebagian lebih suka meminumnya di pagi hari, tetapi ada juga yang suka minum di siang atau sore hari.
Selain itu, tidak sedikit juga mereka yang minum kopi setelah makan. Banyak yang percaya menyeruput secangkir kopi setelah makan dapat membantu pencernaan atau mencegah rasa lesu setelah makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun para ahli nutrisi yang disebutkan oleh Times of India(29/9/2025) mengungkap kalau kebiasaan ini mungkin lebih banyak menimbulkan bahaya daripada manfaat.
Ada kepercayaan bahwa minum kopi setelah makan berat dapat membantu perut menjadi tenang. Faktanya, kopi justru merangsang perut memproduksi lebih banyak asam, bahkan ketika tidak dibutuhkan.
Minum kopi setelah makan besar tidak begitu dianjurkan. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver |
Ulasan dari The Nutrients menjelaskan bahwa kopi yang mengandung kafein atau sedikit kafein dapat meningkatkan sekresi asam lambung dan merangsang pergerakan usus.
Setelah makan, perut sudah mengandung asam cukup untuk mencerna makanan. Jika kopi yang mengandung asam juga dikonsumsi, hal ini dapat mengganggu proses alami tersebut dan menyebabkan ketidaknyamanan, rasa mulas, atau refluks asam, terutama bagi mereka yang pencernaannya sensitif,
Minum kopi setelah makan juga dapat mempercepat perjalanan makanan melalui usus, mengurangi waktu yang tersedia untuk penyerapan nutrisi. Pada akhirnya hal ini membebani perut.
Menghambat penyerapan zat besi dan mineral
Tidak hanya memperburuk pencernaan, minum kopi setelah makan juga berdampak terhadap penyerapan zat besi.
Studi dari Nutrient menunjukkan bahwa kopi mengandung polifenol, senyawa dengan antioksidan kuat yang dapat mengikat zat besi, seng, dan kalsium.
Pengikatan ini mencegah nutrisi diserap dengan benar di usus. Secara khusus, kopi signifikan mengurangi penyerapan zat besi non heme, yang biasanya ditemukan dalam makanan nabati, seperti sayur-sayuran atau kacang-kacangan.
Hal seperti ini paling berisiko terhadap mereka yang sedang diet vegan atau vegetarian. Seiring waktu, mengonsumsi kopi bersama makanan menyebabkan kekurangan nutrisi dan kelelahan.
Memengaruhi aliran empedu dan keseimbangan usus
Kopi yang diminum setelah makan dapat memengaruhi aliran empedu dan keseimbangan usus. Foto: iStock |
Minum kopi setelah makan berat juga memengaruhi kesehatan hati dan usus besar. Hal ini disebabkan karena kopi merangsang sekresi empedu hati dan meningkatkan pergerakan usus.
Meskipun stimulasi dapat bermanfaat, waktu kembali memainkan peran kunci. Ketika minum kopi segera setelah makan, hal itu dapat merangsang aliran empedu dan motilitas usus secara berlebihan pada saat sistem pencernaan sudah aktif memproses makanan.
Waktu yang tepat minum kopi
Dengan alasan sebelumnya, bukan berarti kamu harus berhenti minum kopi. Kopi tetap bisa diminum asalkan tahu kapan dan bagaimana cara meminumnya.
Ahli gizi yang disebut Times of India merekomendasikan agar kopi diminum satu jam setelah makan, atau ketika tubuh telah menyerap nutrisi penting.
Memerhatikan waktu minum kopi ini dapat mencegah refluks asam, kembung, dan menghindari kehilangan nutrisi.
Jika ingin minum kopi setelah makan, pertimbangkan alternatif lain terlebih dahulu. Lebih baik minum air hangat atau teh herbal dulu untuk membantu pencernaan. Selain itu, hindari minum kopi bersamaan dengan makanan kaya zat besi, seperti bayam, kacang-kacangan, atau daging merah.
(aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN