Mie instan sering dianggap sebagai makanan berbahaya bagi tubuh. Namun para ahli mengungkap ada cara untuk membuat mie instan berpotensi menawarkan manfaat.
Mie instan merupakan salah satu makanan andalan banyak orang karena enak, murah, dan praktis. Mie dalam kemasan tersebut hanya perlu dimasak dengan sedikit air panas lalu dicampur dengan bumbu kemasan, dan siap disantap.
Namun seiring berjalannya waktu, banyak orang mulai sadar tentang kesehatan mereka dan mengurangi kebiasaan makan mie instan karena efeknya yang dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Terlepas dari itu, sebenarnya mie instan bisa menawarkan manfaat bagi kesehatan asalkan konsumsinya diperhatikan. Seorang dokter spesialis mengungkap kepada The Healthy jika kuncinya adalah kreasi.
Untuk mengetahui lebih jelas terkait potensi manfaat mie instan, simak penjelasan berikut, seperti dilansir dari thehealthy.com (8/3/2022).
1. Kandungan gizi mie instan
Mie instan memang enak dan praktis. Namun banyak produk mie instan punya nilai gizi yang rendah.
Kebanyakan produk mie instan tinggi karbohidrat dan lemak, tetapi minim protein, serat, vitamin, dan mineral. Sedangkan kandungan natrium atau garam dan tambahan dari bumbunya juga lebih banyak.
Hal ini lah yang menjadi alasan asupan mie instan perlu diperhatikan. Kandungan natrium dan lemak tinggi bisa meningkatkan berbagai macam risiko penyakit berbahaya.
Kunci untuk menikmati mie instan yang lebih sehat yaitu dengan mengetahui persis produk apa yang dibeli, termasuk nilai gizinya. Siapkan juga panci di rumah untuk membuat kreasi mie instan lebih yang lebih sehat.
2. Hal yang membuat mie instan tidak sehat
Mie instan dikategorikan sebagai makanan ultra proses atau ultra olahan. Mengonsumsi makanan ultra olahan dapat berkontribusi pada masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar.
Sebuah studi biologi tahun 2017 menyarankan anak-anak dengan kondisi ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder) untuk menghindari semua makanan yang mengandung beberapa bahan di dalam mie instan.
Mie instan seringkali mengandung banyak natrium yang menjadi kunci kelezatannya. Tetapi kandungan natrium tinggi bisa memengaruhi jumlah cairan di sekitar jantung dan paru-paru. Cairan berlebih ini bisa memaksa jantung bekerja lebih keras yang menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan risiko serangan jantung, dan masalah jantung lainnya.
Kandungan minyak sawit, lemak jenuh, penguat rasa, dan bahan aditif di produk mie instan juga bisa membahayakan kesehatan.
3. Cara membuat mie instan lebih sehat
Meskipun begitu, mie instan bisa sesekali dikonsumsi dan menjadi bagian makanan dalam diet sehat. Untuk membuatnya, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan.
Pertama, baca daftar bahan dengan saksama. Lalu perhatikan kandungan natrium atau garamnya dengan mengingat batasan garam per hari yang direkomendasikan oleh American Heart Association. Maksimalnya adalah 2.300 mg per hari.
Kamu juga disarankan memadukan mie instan dengan beberapa bahan sehat supaya hidangan tersebut lebih bergizi. Mulai dari sayuran hingga telur, bisa jadi pilihan.
Simak Video "Ahli Gizi Tak Sarankan Sahur Pakai Mi"
(aqr/adr)