ADVERTISEMENT

5 Pola Makan Sehat Ini Dapat Turunkan Risiko Stroke

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 22 Jul 2022 06:00 WIB
5 Pola Makan Sehat Ini Dapat Turunkan Risiko Stroke
Foto: Getty Images/iStockphoto/frantic00

3. Perbanyak makanan tinggi serat

Asupan serat menjadi yang paling penting untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Serat tidak hanya dibutuhkan bagi pencernaan tetapi juga untuk seluruh metabolisme di dalam tubuh.

pada sebuah meta analisis yang melibatkan lebih dari 8.900 kasus stroke, konsumsi serat menunjukkan dampak baik bagi penderita stroke. Risiko stroke diketahui dapat menurun hingga 12% dari kebiasaan mengonsumsi 10 gram serat setiap harinya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, pola makan sehat untuk mencegah stroke salah satunya adalah dengan melibatkan asupan serat secara rutin. Serat-serat alami yang bisa didapatkan dari sayuran dan buah-buahan harus dimasukkan dalam daftar diet sehari-hari.

4. Batasi konsumsi daging merah

5 Pola Makan Sehat Ini Dapat Turunkan Risiko StrokeWalaupun rasanya lezat tetapi daging merah memiliki kadar lemak yang tinggi. Foto: Getty Images/iStockphoto/frantic00

Walaupun tinggi akan kandungan proteinnya, daging merah juga memiliki kadar lemak jenuh yang berbahaya bagi tubuh. Daging masih boleh dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang hanya bisa dapatkan dari sumber makanan hewani tetapi jumlahnya harus begitu dibatasi.

Lemak jenuh yang mengendap terlalu banyak di dalam tubuh dapat menyebabkan tumpukan yang menghambat peredaran darah. Menurut penelitian yang dilakukan pada jurnal Stroke and Vascular Neurology, konsumsi daging merah sebenarnya bisa digantikan.

Salah satu jenis diet yang disarankan untuk mencegah penyakit stroke ini misalnya seperti diet Mediterranean yang lebih banyak mengonsumsi sayur-sayuran, buah atau bahkan ikan. Pola makan yang satu ini dikatakan ampuh untuk mencegah risiko stroke.

5. Fokus pada kesehatan menyeluruh

Banyak orang yang menjalani diet sehat dengan bertujuan untuk menurunkan berat badan. Faktanya makan-makanan sehat bukan hanya untuk menurunkan berat badan saja tetapi untuk menjaga kebugaran tubuh jangka panjang.

Mengonsumsi makanan dengan nutrisi seimbang tidak harus berhenti ketika sudah mencapai berat badan yang ideal yang diinginkan. Tetapi diet sehat harus dilakukan sepanjang hidup jika ingin memiliki tubuh yang terjaga kesehatannya dan seluruh organnya berfungsi dengan normal.

"Terakhir, pastikan untuk menjalankan makan sehat dengan tidak hanya berfokus menurunkan berat badan. Perubahan gaya hidup secara statistik dan klinis dikaitkan dengan peningkatan pengukuran fisiologi seperti tekanan darah hingga kadar molekul pada darah," kata Rachel Fine selaku ahli gizi terdaftar.



Simak Video "Bikin Laper: Makan Gultik di Depan Gereja Bulungan "
[Gambas:Video 20detik]

(dfl/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT